oleh

Badan Pengusahaan (BP) Batam Usulkan Mobil Bisa Dibawa Keluar

-Tak Berkategori-250 views

Batam macet

Metrobatam.com, Batam  – Badan Pengusahaan (BP) Batam mengusulkan agar mobil di Batam bisa dibawa keluar ke daerah lain agar mengurangi kepadatan seperti yang terjadi saat ini.

“Kami sudah beberapa kali mengusulkan agar mobil-mobil di Batam bisa dibawa keluar. Tapi masih terbentur dengan Undang-Undang sehingga belum bisa dilaksanakan,” kata Direktur Lalulintas Barang BP Batam, Tri Novianta Putra di Batam, Jumat.

Untuk merubah Undang-Undang yang kini diberlakukan di Batam, kata dia, membutuhkan proses yang panjang sehingga harapan BP Batam hingga saat ini belum terlaksana.

“Kendalanya memang di pusat. Untuk merubah Undang-Undang kan tidak gampang. Prosesnya panjang. Yang jelas kami berharap suatu saat nanti mobil yang dibeli di Batam bisa dibawa ke daerah lain,” katanya.

Usulan tersebut, lanjutnya, agar Batam tidak semakin disesaki dengan mobil impor (CBU) dan mobil dari dalam negeri yang setiap bulan terus bertambah banyak dan menjadikan Batam macet.

“Selain mobil impor (CBU), saat ini banyak mobil-mobil murah dari pabrik di Jakarta. Jadi membuat Batam macet, karena mobil di Batam tidak diizinkan masuk wilayah lain,” kata Tri.

Ia mengatakan, untuk mobil yang dibuat di Indonesia setiap bulan jumlah yang masuk ke Batam bisa di atas 1.000 unit. Sementara mobil impor (CBU) setiap tahun rata-rata sekitar 1.000 unit.

“Sebenarnya saat ini yang membanjiri adalah mobil yang dirakit di Indonesia. Karena kecenderungan mobil CBU yang harganya malah dari tahun ke tahun sudah menurun,” kata Tri.

Sebelumnya Direktur Perencanaan dan Pembangunan Badan Pengusahaan (BP) Batam Imam Bachroni mengatakan pemerintah pusat tahun ini akan membangun jalan layang di Batam untuk mengurai kemacetan pada persimpangan utama kota industri.

Jalan layang pertama akan dibangun di Simpang Jam dengan anggaran sekitar Rp200 miliar yang diharapkan selesai pada 2017. Selanjutnya juga akan dibangun di Simpang Kabil yang menghubungkan seluruh wilayah industri di Batam.

“Harapannya akan mampu mengurai kemacetan. Selanjutnya jalan tol yang melewati dua simpang itu juga akan dibangun,” ujarnya.(and)

Sumber: Antara

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *