Mendeteksi Kerusakan Transmisi Matik pada Mobil

automatikMetrobatam.com (MB) – Transmisi otomatik pada mobil lebih rentan rusak ketimbang transmisi manual. Selain punya komponen lebih kompleks, transmisi jenis ini juga butuh perhatian ekstra. Ada gejala kurang baik sedikit lalu dibiarkan, akibatnya bisa fatal.

Beberapa montir dan ahli transmisi di Sentra Otomotif Pasar Inpres Duren Sawit, Jakarta Timur, sepakat bahwa untuk mendeteksi kerusakan transmisi ini sangat gampang, bahkan tak perlu alat khusus.

”Bisa dijajal sendiri. Kalau sudah biasa membawa sehari-hari, pemilik makin gampang mendeteksi kerusakannya. Dirasakan saja, pasti ada beda kalau mau rusak,” kata Adang Gumilang, salah satu montir ahli.

Menurut Adang, cara mendeteksi ini adalah langkah awal, alias hanya mengandalkan panca indera manusia. Selebihnya, tetap untuk penanganannya, harus dibawa ke bengkel yang berpengalaman.

Berikut langkah-langkah untuk mendeteksi kerusakan awal pada transmisi otomatik mobil:

1. Cek pelumas transmisi. Caranya, hidupkan mesin, lalu periksa dipstickoli. Kalau warnanya sudah keruh, kehitaman, atau cokelat gelap, lalu ada serbuk kecil mirip serbuk halus besi, berarti ada yang tak beres dengan transmisi. Ada gesekan yang cukup kasar dialami transmisi dan mengikis komponen.

2. Tes awal. Pindahkan transmisi dari R atau N ke D, bila ada bunyi saat dipindahkan, artinya ada kerusakan komponen. ”Biasanya bunyi ’tek-tek-tek (cepat)’ atau ’krek’ yang keras,” kata Adang.

3. Uji jalan. Coba ajak jalan. jika setiap perpindahan ada hentakan yang tak wajar, apalagi muncul suara kasar, kinerja transmisi berarti tidak lagi normal.

4. Sesekali dirasakan tiba-tiba transmisi ”los”, meski posisi tuas ”masuk” ke posisi D. Artinya, kerusakan sudah dalam tahap yang cukup kronis.(and i)