Inilah Lima Satelit Hebat Karya Anak Bangsa

 gambar: landsat8
gambar: landsat8

Metrobatam.com – Tahun 1976, Indonesia resmi memiliki satelit komunikasi pertama yang diberi nama “Palapa A1”, satelit tersebut masa orbit sekitar sembilan tahun dan digantikan dengan satelit baru yaitu “Palapa A2”. Namun, kedua satelit itu bukanlah buatan dalam negeri alias impor.

Pada tahun 2006 Indonesia baru mampu membuat satelit-satelit sendiri yang dikembangkan untuk membantu jaringan komunikasi hingga keamanan negara. Inilah lima satelit hebat karya anak bangsa yang dikutip dari boombastis.com :

LAPAN-TUBsat

Satu lagi satelit buatan anak bangsa adalah LAPAN-TUBsat. Ini adalah satelit kecil atau mikro yang dikembangkan oleh LAPAN dan Universitas Teknik Berlin, Jerman. Satelit ini adalah modifikasi dari satelit lain yang memiliki nama DLR-TUBsat. Meski memiliki desain yang sama tapi satelit buatan LAPAN ini dibubuhi sensor bintang berteknologi canggih.

LAPAN-TUBsat diluncurkan perdana pada 2007 silam. Ia difungsikan untuk memantau keadaan permukaan bumi Indonesia, dengan cara merekam hal-hal buruk seperti kebakaran hutan, gunung meletus, banjir, dan bencana besar lainnya. Semua data itu kemudian disimpan lalu diteruskan melalui pesan komunikasi dengan tetap terjaga akurasinya.

LAPAN-A2

LAPAN-A2 merupakan satelit pengganti dari LAPAN-TUBsat yang telah usai masa operasionalnya. LAPAN-A2 juga sering disebut dengan LAPAN-ORARI lantaran ada kerja sama dengan organisasi radio amatir ORARI. Oh ya, LAPAN-A2 sepenuhnya dibuat dan dirancang di negeri ini meski masih menggunakan konsultan dari Jerman.

Satelit berbobot sekira 78 kilogram itu memiliki tiga misi besar saat diluncurkan. Pertama, adalah misi pengamatan terhadap bumi yang bertujuan melaporkan jika sewaktu-waktu ada bencana besar terjadi di Indonesia. Kedua, satelit ini juga berfungsi memantau kapal yang ada di lautan Indonesia dan dunia. Terakhir, satelit ini juga diujicobakan untuk komunikasi radio amatir yang dilakukan ORARI.

LAPAN-A3

Satelit berikutnya ialah LAPAN-A3. Satelit ini merupakan satelit kecil terbaru yang diprediksi akan diluncurkan pada pertengahan 2016. Satelit tersebut dikembangkan oleh LAPAN dan bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB). Satelit ini akan digunakan sebagai pemantau pertanian yang ada di Indonesia dan juga sumber daya alam meliputi hutan dan area pertambangan.

Anggaran yang dihabiskan untuk satelit ini disebut-sebut mencapai Rp65 miliar. BNiaya itu mencakup pembuatan, pengujian, hingga peluncuran ke luar angkasa nanti. Saat ini LAPAN-A3 tengah dalam tahap finishing (penyelesaian akhir) dan siap dioperasikan guna mendukung sistem kemaritiman RI.

Iinusat

Indonesian Inter University Satellite (Iinusat) ialah satelit yang merupakan buatan enam perguruan tinggi di Indonesia. Mereka adalah UGM, ITB, UI, ITS, PENS, dan ITT Bandung. Kerja sama antara enam perguruan tinggi dan LAPAN ini diberi nama Inspire atau Indonesia Nano Satellite Platform Initiative for Research anda Education.

Satelit ini merupakan bentuk perkembangan IPTEK di kalangan universitas di Indonesia yang selama ini belum pernah terjadi. Diharapkan setelah Iinusat meluncur akan ada lagi satelit-satelit baru yang dibuat oleh para akademisi handal dan mahasiswa brilian di negeri ini. (dn)