Mahasiswi Unand Korban Kecelakaan Bus Masih Kritis

Warga melihat bus kampus Universitas Andalas (Unand) yang terguling di depan gerbang kampus tersebut, di Limau Manis, Padang, Sumatera Barat, Jumat (12/2). Tergulingnya bus kampus berpenumpang 44 orang akibat mengalami rem blong tersebut,  membuat puluhan mahasiswa mengalami luka-luka ringan dan berat. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/aww/16
Warga melihat bus kampus Universitas Andalas (Unand) yang terguling di depan gerbang kampus tersebut, di Limau Manis, Padang, Sumatera Barat, Jumat (12/2). Tergulingnya bus kampus berpenumpang 44 orang akibat mengalami rem blong tersebut, membuat puluhan mahasiswa mengalami luka-luka ringan dan berat. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/aww/16

Metrobatam.com, Padang – Salah satu mahasiswi korban kecelakaan bus kampus Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumatera Barat, pada Jumat (12/2) sore, Cici Arianti (20) saat ini kondisinya masih kritis dan mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit (RS) Yos Sudarso, kota tersebut.

“Cici Arianti mahasiswa Biologi, baru pukul 03.00 waktu setempat selesai dioperasi, saat ini kondisinya masih koma dan menggunakan alat bantu pernapasan,” kata Sekretaris Jurusan Biologi Unand, Henny Herwina di konfirmasi Padang, Sabtu (13/2).

Dia menyebutkan berdasarkan laporan dokter rumah sakit tersebut, Cici mengalami luka yang cukup parah di bagian kepala.

Dokter mendiagnosa mahasiswa angkatan 2013 tersebut mengalami pendarahan kepala sehingga kemungkinan akan dilakukan operasi lanjutan.

“Kami berharap Allah melindungi mahasiswa tersebut dan tim dokter sanggup melaksanakan tugasnya dengan baik,” tambahnya.

Menurutnya selain Cici Arianti masih ada mahasiswa Biologi lain yang saat ini kondisinya juga sedang parah yakni Sisca Dwi Yarni.

Saat ini Sisca masih dirawat intensif di  RS Semen Padang, menurut dokter setempat Sisca mengalami patah lengan dan kaki.

“Sejauh ini tim dokter di kedua rumah sakit tersebut cukup responsif terhadap pertanyaan dan melayani dengan baik keluarga dan rekan korban,” ujarnya.

Diperkirakan. katanya, masih ada korban mahasiswa dari jurusan lain yang sedang dalam perawatan di kedua rumah sakit tersebut.

(sumber: hariansinggalang)