Nyat Kadir Minta Efendi Simbolon Minta Maaf

nyat kadir

Metrobatam.com, Batam – Drs Nyat Kadir, Anggota DPR-RI Daerah Pemilihan Kepulauan Riau meminta Efendi Simbolon menjelaskan tentang statemennya yang mengatakan politik ala Melayu yang tidak punya idealisme berkaitan dgn kekesalannya bergabungnya partai pendukung prabowo dgn pemerintah Jokowi-Jk.

Menurut Nyat Kadir, sistem demokrasi di Indoensia jauh beda dengan demokrasi barat. Ditanah air tidak mengenal partai oposisi. Bentuk oposisi itu tidak terlembaga seperti demokrasi dibanyak negara. Jadi, kata manta Walikota Batam ini, sangat wajar bila suatu partai yang sebelumnya tidak mendukung pemerintah, berbalik arah menjadi mendukung demi penguatan pemerintahan.

“Efendi Simbolon tidak tepat atau tidak patut menyebut ini demokrasi ala Melayu. Tak ada itu. Di Malaysia sendiri negeri Melayu sistem demokrasinya parlementer dgn opisisi ala barat . Udahlah mikir dan segera minta maaf kepada pihak Lembaga Adat Melayu,”kata Nyat Kadir seperti yang dikutip laman facebooknya dengan nama Drs Nyat Kadir.

Seperti diberitakan, masyarakat Melayu di Kepulauan Riau merasa kesal dengan Efendi Simbolon karena pernyataan politikus PDI Perjuangan, Effendi Simbolon yang menyebut demokrasi ala Melayu menjadi berkonotasi negatif. Sebelumnya, Effendi secara blak-blakan menyebut bergabungnya tiga partai politik asal Koalisi Merah Putih (KMP) ke kabinet Presiden Joko Widodo merupakan bentuk politik ala Melayu yang tidak punya idealisme. Sebab, PAN, PPP dan Golkar sebelumnya memang menjadi pendukung Prabowo Subianto di pemilu presiden 2014 lalu.

Tentu saja pernyataan Effendi membuat tokoh-tokoh Melayu gerah. Sejumlah budayawan dari Kepulauan Riau menganggap pernyataan Effendi sebagai sebuah pelecehan tak mendasar. Analogi yang digunakan juga tidak mencerminkan realitas sebenarnya. (edj)