oleh

Htin Kyaw Pembantu Setia Suu Kyi Menjadi Calon Kuat Presiden Myanmar

-Tak Berkategori-44 views

Metrobatam.com Naypyidaw – Aung San Suu Kyi akhirnya menepis kemungkinan untuk menjadi presiden Myanmar berikutnya. Hal ini terlihat setelah partainya Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) menominasikan salah satu pembantu setianya yang akan diberi kuasa untuk memerintah negeri,

Di sisi lain, Suu Kyi sudah berjanji untuk memerintah ‘di atas’ presiden berikutnya karena dia dilarang memegang jabatan tinggi oleh undang-undang (UU) yang dibuat di era pemerintahan junta. Dia sendiri berusaha keras untuk memenuhi amanat besar yang disampaikan oleh jutaan pemilih di NLD, yang menang telak dalam pemilihan umum (pemilu) November, tahun lalu.

Sebagian besar warga Myanmar menggantungkan harapannya bahwa juru kampanye berusia 70 tahun ini masih bisa ditunjuk menjadi presiden. Namun perundingan yang berlangsung berbulan-bulan dengan pihak militer terbukti gagal untuk menyingkirkan hambatan-hambatan hukum dari jalannya.

Pada sidang parlemen di Naypyidaw, Htin Kyaw (69 tahun) telah ditunjuk sebagai salah satu dari dua kandidat presiden. Penunjukkan ini secara luas dipandang sebagai restu untuk memerintah negeri.

Htin Kyaw sendiri adalah lulusan sarjanan ekonomi yang kini membantu menjalankan yayasan amal Suu Kyi dan sempat menjadi sopirnya.

Pencalonannya juga mendapat sambutan hangat oleh para pengamat setelah demam spekulasi yang berlangsung selama beberapa bulan.

Menurut ahli sejarah dan analis politik Myanmar, Thant Myint-U, dia adalah pilihan bintang yang memiliki integritas tanpa cela.

“Saya kira dia kemungkinan akan cocok dengan pekerjaan itu. Seseorang yang terbukti memiliki kesetiaan panjang kepada Suu Kyi sekaligus seseorang yang dipertimbangkan mampu berdiri di atas usahanya sendiri,” katanya kepada AFP.

Pemerintah sipil Myanmar pertama dalam generasi ini akan menghadapi lonjakan harapan di negara berpenduduk 51 juta yang bersemangat untuk melihat perubahan lebih lanjut setelah melepaskan diri dari belenggu aturan junta dan isolasi internasional.

“Ini adalah langkah penting dalam melaksanakan keinginan dan harapan para pemilih yang antusias mendukung NLD,” ujar Suu Kyi, dalam pernyataan yang diterbitkan dalam laman situs partainya, Kamis pagi waktu setempat.

Suu Kyi dilarang memegang jabatan politik tertinggi karena dalam UU, Pasal 59F, secara eksplisit melarang kandidat presiden memiliki anak kandung berkewarganegaraan lain. Dalam hal ini, Suu Kyi memiliki kedua putra dan mendiang suami yang berkewarganegaraan Inggris.

Bahkan para anggota parlemen Suu Kyi sendiri telah menyembunyikan tentang musyawarah tentang kepresidenan karena pihak khawatir akan menganggu transisi politik yang rentan di negara ini, di mana pihak militer masih menjadi faktor penekan.

Selain Htin Kyaw, NLD juga menominasikan anggota parlemen dari etnis Chin, Henry Van Theu, lulusan sarjana hukum, sebagai kandidat presiden yang diusung oleh majelis tinggi. Dia diperkirakan menjadi wakil presiden.(VL/BS)