Modus Beli Rokok,Oknum Polisi Siap Edarkan Uang palsu Rp 4,3 Juta

Metrobatam.com Sumut Terlibat narkoba dan mengedarkan uang palsu, pecahan Rp 50 dan Rp 100 ribu dengan total Rp 4,3 juta aksi oknum polisi bersama seorang temanya ini berakhir. Keduanya diringkus usai membelanjakan uang palsu di salah satu warung di kawasan Labuhan Batu.

Kapolres Labuhanbatu, AKBP Teguh Yuswardhie melalui Kasubag Humas Polres Labuhanbatu AKP Viktor Sibarani menjelaskan, kedua tersangka Bripka KR (33) warga Jalan Aek Matio, Rantauprapat dan rekannya MN (33), warga Aeknabara, Kecamatan Bilah Hulu, Labuhanbatu.

Victor mengungkapkan, penangkapan itu berawal saat kedua tersangka nekat mengedarkan uang palsu dengan modus membeli rokok di sebuah warung milik Ahmad Syahmudin Sinaga (31), yang berlokasi di pinggir Jalinsum Perikanan Dusun Pasar Baru, Desa Terang Bulan, Kec Aeknatas, Labuhan Batu.

Kepada Syahmudin, kedua tersangka turun dari mobil Ford double cabin bernopol BM 8185 TG. Kemudian memesan satu bungkus rokok Sampoerna Mild, sembari memberikan uang palsu pecahan Rp 100 ribu. Merasa tak curiga, sang pemilik warung itupun lantas menerima uang palsu tersebut.

“Karena harga satu bungkus rokok itu Rp 19 ribu, maka sang pemilik warung harus memberikan uang kembalian sebesar Rp 81 ribu. Namun karena tak memiliki uang pecah, pemilik warung itu pun hanya memberikan kembalian uang tunai sebanyak Rp 80 ribu, sedangkan kekurangannya yang seribu lagi diganti dengan permen,” jelasnya.

Usai transaksi, kedua tersangka yang datang dari arah Aek Kanopan kemudian bergegas melanjutkan perjalanannya menuju arah Rantauprapat. Selepas kepergian kedua tersangka itu, Syahmudin pun baru mulai menyadari kalau uang pecahan Rp 100 ribu yang diterimanya adalah uang palsu.

“Pemilik warung langsung menelpon dan melaporkan aksi penyebaran uang palsu tersebut kepada salah seorang personil Polsek Aeknatas,” jelasnya.

Berdasarkan laporan itu, sejumlah personil Sat Reskrim Polsek Aeknatas langsung melakukan pengejaran terhadap kedua pelaku. Petugas menyergap kedua tersangka saat kembali membeli rokok di sebuah warung di pinggir Jalinsum Suka Maju, Kelurahan Bandar Durian, Kecamatan Aeknatas, Labuhan Batu.

Dari tangan kedua tersangka ditemukan uang palsu pecahan Rp 100 ribu dan Rp50 ribu, yang jika ditotal sebanyak Rp1,9 Juta.

“Jadi kalau digabung dengan uang palsu yang kita amankan dari tangan pemilik warung Ahmad Syahmudin, maka uang palsu yang kita sita saat itu bertotal Rp 2 Juta,” terangnya.

Berdasarkan barang bukti itu, pihak Polsek Aeknatas langsung menggelandang kedua tersangka berikut mobil yang mereka tumpangi ke Mapolres Labuhanbatu. Sesampainya di Polres, petugas pun kembali menggeledah mobil Ford double cabin yang ditumpangi kedua tersangka itu.

“Hasilnya, dari dalam mobil itu kita kembali menemukan barang bukti uang palsu pecahan Rp100 ribu sebanyak 23 lembar atau Rp2,3 Juta. Jadi total keselurahan uang palsu yang kita sita yakni sebanyak Rp4,3 Juta,” terangnya.

“Jadi setiap Rp2 juta uang palsu, kedua tersangka mendapatkan untung sekitar Rp1,5 Juta. Modus penyebaran uang palsu inipun dilakukan tersangka dengan membelikan uang palsu itu ke warung-warung di pinggir jalan,” jelasnya.

Viktor menambahkan, oknum polisi berpangkat Bripka itu juga tengah menjalani hukuman pembinaan karena dinyatakan positif menggunakan narkoba. “Maka atas persoalan ini kita akan memberikan tindakan tegas kepada oknum polisi nakal ini,” tandasnya.(VL/KRM)