Pedagang Murai Batu dari Malaysia, Dicokok di Harbourbay

IMG_20160307_140421

Metrobatam.com, Batam – Terdakwa Totok Rudianto bersama-sama dengan saksi Slamet Adi Bin Haryono menjadi terdakwa atas kasus Burung Murai Batu yang dibawa dari Malaysia.

Slamet ditangkap pada hari Senin tanggal 16 Nopember 2015 sekitar pukul 19.30 Wib di Pelabuhan Harbour Bay Kecamatan Batu Ampar Kota Batam, sedangkan Toto dirumahnya.

Menurut keterangan terdakwa Toto, burung pesanan dari temannya bernama Hamzah (DPO) dari Surabaya, yang meminta mencarikan burung murai batu sebanyak 150 ekor. Setelah ada kesepakatan, Hamzah mentransfer uang sebesar Rp.40.000.000,- (empat puluh juta rupiah) ke rekening terdakwa Toto.

Setelah uang ditransfer, terdakwa menghubungi Bagong (DPO) yang bisa mencarikan burung murai batu di Malaysia, lalu mengirimkan burung tersebut melalui terdakwa Slamet Adi atas perintah Toto dengan upah Rp 3 juta. Dan sudah
4 kali burung dikirim dari Malyasia dan 3 (tiga) kali lolos ke Surabaya dikirim terdakwa Toto.

Sementara dalam keterangan terdakwa Slamet Adi Bin Haryono mengaku dapat perintah dari terdakwa Toto untuk berangkat kepelabuhan Johor dan naik ke kapal MV Mutiara Mas 3. Dikatakannya, Burung murai batu itu sudah ada didalam kapal ketika dia sampai di Johor.

Setelah sampai di Batam dan berjalan keluar dari pelabuhan terus datang seseorang mendekati dan menyerahkan tas keranjang plastic bermotif merah yang berisikan burung murai batu sebanyak 153 ekor.
Kemudian, mengambil tas tersebut sambil menenteng dan saksi Ngadiri sebagai sopir taxi yang disuruh Toto menjemput dan mengantarkannya ke ruko Yugo Marina Blok B No.3 Sekupang Kota Batam.

Menurut saksi ahli Drh R. Nurcahyo Nugroho dan Drh Honis Mandri perbuatan terdakwa Toto Rudianto dan Slamet Adi Bin Haryono membawa burung murai batu dari Negara Malaysia tersebut tidak dilengkapi sertifikat kesehatan dari negara asal dan negara transit. Kemudian tidak ada melapor ke pihak karantina. Hal tersebut tidak dibolehkan didalam Undang undang Karantina. Perbuatan kedua terdakwa diancam pidana melanggar pasal 31 ayat (1) Jo pasal 5 huruf A, C UU No.16 tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan. Jo pasal 55. Kata Jaksa Penuntut Umum, Nurhasanah SH. (nikson simanjuntak)