oleh

Polres Karimun Selidiki Jaringan Penyeludupan Sabu-sabu dari Malaysia

-Tak Berkategori-47 views
Kasatresnarkoba Polres Karimun AKP Hendriyanto
Kasatresnarkoba Polres Karimun AKP Hendriyanto

Metrobatam.com, Karimun – Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, saat ini sedang mendalami dan pengembangan atas penangkapan Az (39) tersangka penyelundupan sabu-sabu seberat 634,23 gram asal Malaysia yang ditangkap aparat Bea dan Cukai Tanjung Balai Karimun.

“Kami masih melakukan pengembangan. Mau dijual kemana sabu-sabu itu, juga masih kami selidiki,” kata Kasatresnarkoba Polres Karimun AKP Hendriyanto kepada Metrobatam.com di Aston Karimun.

Tersangka Az warga negara Indonesia, ditangkap petugas BC di Pelabuhan Internasional Tanjung Balai Karimun setelah turun dari kapal MV Tuah I asal Kukup, Johor, Malaysia pada Rabu (9/3) lalu bersama sabu-sabu diselundupkan dengan cara disimpan dalam sepatu.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, kata Hendriyanto, tersangka mengaku mendapat titipan sabu-sabu tersebut dari temannya Fi di Malaysia, dan sabu-sabu tersebut akan ada orang yang menjemput di Tanjung Balai Karimun.

“Itu pengakuan tersangka, kita tidak bisa dijadikan tolak ukur dalam kasus narkoba,” kata dia.

Tersangka, lanjutnya, merupakan warga Batam dan mengaku sudah tiga kali bolak-balik dari Malaysia membawa narkotika golongan I jenis metampethamine tersebut.

“Kita akan dalami apakah tersangka juga memiliki jaringan di Batam,” kata dia.

Tersangka, saat ini ditahan di Polres Karimun, juga sempat dibawa rumah sakit untuk cek urine dan memastikan dia tidak menyimpan sabu-sabu dalam perut atau organ tubuh lainnya.

“Modus seperti itu sudah sering. Di beberapa tempat, seperti yang diungkap BC Batam juga beberapa terungkap penyelundupan sabu dengan cara disimpan dalam sepatu,” kata dia.

Kasatresnarkoba AKP Hendriyanto sangat mengapresiasi penangkapan oleh petugas Bea dan Cukai Tanjung Balai Karimun, karena masalah sudah menjadi musuh negara, dan semua pihak bersama-sama bergerak memerangi Narkoba, khususnya diwilayah Kabupaten Karimun.

Tersangka disangkakan melanggar Pasal 115 ayat 2, Pasal 114 ayat 2 dan Pasal 115 ayat 2 Undang-undang No 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana kurungan paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun atau seumur hidup dan hukuman mati, serta denda paling sedikit Rp1 miliar dan paling banyak Rp10 miliar. (Atri)