oleh

Tahanan Pelecehan Seksual Gantung Diri

-Nasional-43 views

Metrobatam.com, Bengkulu – Seorang tahanan kasus asusila terhadap adik kandung ini Ho, tewas gantung diri di ruang sel Lapas Bentiring, Kota Bengkulu. Persitiwa terjadi sekitar pukul 05.05 WIB, Sabtu (14/5).

Kepala Lapas Bentiring FA Widyo Putranto saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa itu. “Betul, ditemukan tewas di ruangan Masa Pengenalan dan Lingkungan (Mapenaling),” kata Widyo.
Jasad korban dilarikan ke rumah sakit Bhayangkara untuk menjalan visum, selanjutnya akan diserahkan ke pihak keluarga.

Berdasarkan informasi, korban merupakan pelaku pemerkosaan terhadap adik kandung yang berada di Kabupaten Seluma. Ho merupakan tahanan titipan dari Kejari Tasi, Kabupaten Seluma.
Aksi bunuh diri di Lapas Bentiring sebelumnya juga terjadi, aksi dilakukan seorang warga binaan pelaku pembunuhan. Ia mengakhiri hidupnya mengunakan cairan pembersih.

Sementara itu M, gadis berusia 17 asal Mamasa, Sulawesi Barat diperkosa ayah kandungnya sejak kelas V SD hingga hamil. M pun sempat mengurung diri berbulan-bulan sejak kasus ini terkuak.
Kasatreskrim Polres Mamasa, AKP Syamsuriansyah kepada wartawan Jumat (13/5) mengatakan, pihaknya terus mengembangkan kasus tersebut. “Sedikitnya empat orang saksi termasuk ibu korban yang juga istri tersangka, dua paman korban dan seorang warga lainnya termasuk korban,” sebutnya.

Kasatreskrim menegaskan, adanya upaya penyelesaian melalui jalur adat yang sedang diupayakan pihak keluarga pelaku tidak akan menghentikan upayah hukum. “Ini untuk memberi sanksi hukum kepada siapa pun pelaku kekerasan seksual atau pelaku pencabulan agar tindakan serupa tidak terjadi di lain waktu,” ucapnya.

Selama ini Mawar dan ibunya SR tak berani angkat bicara lantaran diancam oleh BL, sang ayah. BL kerap meneror korban dan ibunya jika berani membeberkan perbuatan bejat tersangka. Sehingga, meski SR sudah berkali-kali memergoki ulah bejat pelaku, dia tidak mampu mencegahnya.

M baru mulai berani membeberkan perbuatan kekerasan seksual setelah ayahnya ditahan di Mapolres Mamasa. Saat ditemui ditemui di rumahnya di Mamasa, Jumat (13/5), M menyebutkan, dirinya jadi korban pencabulan oleh ayah kandungnya sendiiri sejak korban masih duduk di bangku kelas V SD.

Ketika itu ibu korban SR sedang berangkat ke pasar subuh hari. Saat korban sedang tidur bersama tiga adiknya, tiba-tiba didatangi pelaku. Korban diminta membuka pakaiannya. Korban sempat memberontak dan menolak permintaan ayahnya. Namun karena diancam dengan senjata tajam, korban akhirnya tak kuasa berbuat apa-apa.(mb/kompas)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed