Dinilai Diskriminatif, Sekolah Unggulan Harus Dihapus

Suasana Penerimaan Siswa Baru di SMP 12 Batam (Foto wartakepri)

Metrobatam.com, Batam – Pemerintah Kota maupun Provinsi diminta untuk menghapus adanya sekolah-sekolah unggulan, karena keberadaannya menimbulkan tindakan diskriminatif terhadap masyarakat tidak mampu.

“Setidaknya ada sistem dan mekanisme yg lebih jelas dan transparan pelaksaan sekolah unggulan tersebut.
Pagi buta, selepas Subuh, orang tua yg ingin anaknya masuk sekolah unggulan baik SMP, SMA/SMK harus rela antri untuk bisa mendaftar, begitu waktu ditunggu tiba formulirpun ternyata tak bisa didapatkan. semua orang tua tertuju ke sekolah unggulan, numpuk di sana bisa ratusan yg antri,”ujar Tain Komari, Pemerhati Masalah Sosial dan Pendidikan di Batam, Jumat (24/6)

Bacaan Lainnya

Menurut Tain, dengan adanya sekolah unggulan tersebut berdampak terhadap sepinya peminat sekolah-sekolah reguler, apalagi sekolah yang letaknya agak terpencil. Sekolah unggulan akan berdampak tidak meratanya distribusi dan kualitas siswa di sekolah-sekolah.

“Bagaimana kualitas pendidikan diharapkan terpenuhi, kalau tidak ada distribusi merata infrastruktur maupun guru2 yg bagus,”ujarnya lagi.

Dalam kesempatan ini, Tain juga menyorot tentang adanya indikasi anak-anak titipan dari pejabat, pengusaha dan aparat yang diprioritaskan diterima di sekolah unggulan.

“Antrian panjang, ditambah sesak semakin kecewa kalau ternyata ada anaka-anak titipan pejabat, aparat dan pengusaha masuk lewat jalur belakang. Termasuk yg jual beli bangku kuota 20 persen, dg dalih jatah komite. Loh, komite itu semacam dewan pengawas untuk kontrol kalau ada penyimpangan, ini justru mau konspirasi dalam kecurangan,” tambahnya lagi.

Sehubungan dengan masalah tersebut, Tain mengajak orang tua murid untuk melaporkan jika melihat kecurangan-kecurangan dalam penerimaan siswa baru ini. Dia berjanji akan mendukung laporan tersebut melalui jalur hukum. (mb/edj)

Pos terkait