Nenek Penderita Kanker Butuh Bantuan, Dinkes Tanjungpinang Kurang Respon

Foto : Suparnah (63) yang diketahui menderita kanker payudara Stadium empat sejak tahun 2013 lalu sekarang ini kondisinya sangat memprihatinkan karena tidak memiliki biaya untuk berobat.

Metrobatam.com, Tanjungpinang – Seorang nenek bernama suparnah (63) yang diketahui menderita kanker payudara Stadium empat sejak tahun 2013 lalu sekarang ini kondisinya sangat memprihatinkan karena tidak memiliki biaya untuk berobat. Nenek Suparnah, warga Jalan kijang lama, RT 3/ RW 5 Kelurahan Kota Piring, Kecamatan Tanjungpinang Timur ini termasuk keluarga tidak mampu.

Oleh sebab itu, pihak keluarga sangat membutuhkan uluran tangan dari para dermawan yang peduli untuk bantuan biaya berobat. Saat ini, Nenek Suparmah dengan didampingi suaminya Salihin (65) hanya menggunakan Kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial(BPJS) untuk berobat, namun perawatan dan obat yang diberikan tidak maksimal sehingga penyakit yang dideritanya belum berangsur sembuh.

Bacaan Lainnya

Ema salah seorang anak kandung dari Suparnah menceritakan kepada metrobatam.com bahwa ibunya telah 4 kali menjalani operasi pengangkatan Kanker akan tetapi hasilnya masih nihil.

“Kita sudah bolak balik Batam-Pinang, kita sudah 2 kali operasi di Pinang dan 2 kali di Batam. Namun belum ada hasil. Timbul lagi kankernya,”tuturnya.

Sampai akhirnya Dokter di Tanjungpinang menyerah dengan penyakit yang di derita ibunya.”Dokter disini tak berani kasih obat lagi, karena takutnya semakin ganas kankernya,”katanya lagi.

Ironisnya, Ema dan ayahnya yang bekerja sebagai tukang becak pernah menghadap kepada Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, Rustam untuk meminta bantuan biaya perobatan untuk perjalanan ke Batam, akan tetapi tidak digubris oleh Kepala Dinas Tersebut.

“Sebenarnya kita sudah pengajuan bantuan berobat, tapi tak ada respon sama sekali. Padahal kita minta bantu tiket ke Batam, Pak Rustam bantu biaya transportasi 300ribu selama 2 bulan,”Katanya dengan nada pilu.

Akan tetapi Ema tidak menyerah, segala upaya terus dia galang bersama ayahnya demi kesembuhan ibunya.

Ema, juga pernah meminta bantuan Ke Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kota Tanjungpinang akan tetapi kembali peristiwa yang sama terulang.

“Saya menghadap ke Pak Parno akan tetapi tidak ada respon juga bang, sampai-sampai bapak mesti mengadaikan rumahnya demi kesembuhan ibu,”katanya lagi.

Dengan Kondisi sang ibu, yang semakin memburuk Ema dan Ayahnya hanya bisa berharap uluran tangan pemerintah dalam hal ini Dinas Kesehatan baik Provinsi Kepri maupun Kota Tanjungpinang.

“Karena lambat ditangani kankernya sudah menjalar ke paru-Paru, jantung, dan hati ibu saya bang. Saya berharap sekali pemerintah sudi membantu kami bang,”ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, Rustam ketika dihubungi metrobatam.com melalui pesan singkat hanya mengalihkan kepada Kabid pelayanan kesehatan Kota Tanjungpinang.

“Yang melayani dan mencatat data-data bantuan di Dinkes adalah bidang pelayanan kesehatan ibu Rosnawati coba tanya,”alihnya. (Budi Arifin).

Pos terkait