Tak Terawat, Museum Sultan Sulaiman Tanjungpinang Seperti Rumah Hantu

Metrobatam.com, Tanjungpinang – Gedung Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah yang berada di Jalan Ketapang, Tanjungpinang sangat memperihatinkan. Pasalnya gedung yang dibangun tahun 1918 itu seharusnya dirawat dan dipelihara sesuai dengan instruksi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, (Mendikbud) RI melalui Dirjen Kebudayaan.

Gedung yang dibangun pada zaman kolonial Belanda ini sebelumnya beroperasi sebagai Holland Indisch Shcool (HIS) dan berubah fungsi menjadi museum pertama di Provinsi Kepri. Akan tetapi, kini atap serta dinding dan beberapa benda cagarbudaya dibiarkan hancur. Bahkan banyak warga yang takut berkunjung ke museum ini, karena terkesan seram.

Bacaan Lainnya

Ketika awak media ingin konfirmasi kepada pegawai yang masih menempati ruangan kerja di museum tersebut, mereka memilih ‘Bungkam’.

“Kami tak bisa kasih jawaban. Kami tidak ada wewenang, tunggu pimpinan saja,” ujar salah satu pegawai museum yang enggan menyebutkan namanya, Rabu (20/7).

Dia mengatakan, pimpinan museum telah mengarahkan agar tidak menjawab pertanyaan dari awak media.

“Kami sudah diarahkan sama pimpinan, kalau ada wartawan yang datang jangan jawab pertanyaannya, pilih diam saja,” ucapnya.

Hingga berita ini ditulis, Kepala Badan Perpustakaan, Arsip dan Museum Kota Tanjungpinang, Marzul Hendri tidak bisa dikonfirmasi melalui pesan singkat maupun panggilan telepon selulernya. (Budi Arifin)

Pos terkait