Ahok akan Ditinggalkan Parpol Pendukung?

Metrobatam, Jakarta – Pengamat politik Adi Prayitno memandang keputusan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok maju melalui jalur parpol dalam Pilkada DKI Jakarta belum aman. Masih ada potensi tiga partai politik pengusung Ahok, yakni Hanura, Nasdem dan Golkar berbalik arah, mencabut dukungan.

“Ini Pilkada apa saja bisa terjadi, kan partai sering PHP (Pemberi Harapan Palsu). Dengan keputusan ini belum tentu dukungan parpol akan konsisten. Hanura saya lihat sudah mulai main mata dengan PDIP,” kata Adi dalam diskusi Redbons di Redaksi Okezone, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (2/8).

Bacaan Lainnya

Dengan suhu politik yang amat dinamis jelang Pilkada DKI ini, jika PDIP sudah memutuskan mendukung calon selain Ahok, ada kemungkinan partai pendukung mantan Bupati Belitung Timur itu berbalik arah dan bergabung dengan PDIP. “Hanura bisa saja keluar (menarik dukungan) dan mendukung calon PDIP,” ujar dia.

Adi termasuk pihak yang menyayangkan keputusan Ahok meninggalkan jalur independen dan mengecewakan lebih dari satu juta warga DKI yang telah mengumpulkan KTP untuk pencalonannya. “Kalau tetap independen, Ahok enggak terlalu capek-capek berjuang di Parpol. Tapi ini nasi sudah menjadi bubur,” tutup Adi.

Sementara itu, keputusan Ahok diusung parpol, dikatakan koordinator Relawan Ahok I Gusti Putu Artha sebagai bagian dari dinamika politik. Putu menjelaskan, langkah “Teman Ahok” mengumpulkan KTP dukungan adalah untuk menyiapkan kendaraan politik jika tak ada parpol yang bersedia mengusung Ahok.

“Ada kekahwatiran jangan-jangan Ahok enggak ada yang ngusung, oleh karena itu dengan motivasi menyiapkan kendaraan itu, Teman Ahok diberi mandat ‘Ayo kita bikin jalur independen,” kata Putu. (mb/okezone)

Pos terkait