Tari Tor-Tor Meriahkan Indonesian Night di Invercargill, Selandia Baru

Metrobatam, Jakarta – Kemeriahan perayaan Hari Kemerdekaan ke-71 RI masih berlangsung walau sudah lewat beberapa hari. Salah satunya di kota paling selatan Selandia Baru, Invercargill.

Para mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Southern Institute of Technology (SIT) Invercargill menggelar acara Indonesian Night. Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat dunia khususnya warga Selandia Baru yang ada di Kota Invercargill.

Bacaan Lainnya

“Selain upacara bendera, tujuan utama acara ini adalah untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat dunia khususnya yang tinggal di Kota Invercargill,” kata Ketua Organizing Committee, Stefen Sitindjak dalam rilis KBRI, Rabu (24/8).

“Target kami yang hadir dalam acara ini yaitu 250 orang. Namun ternyata orang yang hadir melebihi target yaitu 380 orang. Sungguh luar biasa,” lanjutnya.

Indonesian Night yang diselenggarakan di Hansen Hall SIT ini juga dihadiri oleh CEO SIT Penny Simmonds dan para dosen. Acara ini dimeriahkan pula dengan berbagai macam kesenian seperti Tari Tor-Tor dari Sumatera Utara serta peragaan baju daerah Indonesia.

Para undangan yang hadir juga disuguhkan oleh video promosi pariwisata Indonesia. Sementara itu Kepala Pensosbud KBRI Wellington Wanton Saragih mengharapkan agar Indonesian Night ini bisa mengangkat citra Indonesia secara positif di mata masyarakat setempat.

“Ibu Penny Simmonds menyampaikan kepada saya bahwa Dia sangat takjub melihat kebudayaan Indonesia. Dia sampai bilang bahwa kebudayaan Indonesia bagus sekali. Dia pun tak menyangka bahwa banyak masyarakat Indonesia yang mempunyai jiwa seni yang tinggi,” ucap Wanton Saragih.

Wanton juga mengungkapkan keseruan saat warga asing memperagakan busana tradisional Indonesia. “Ada busana dari Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Bali. Mereka tampak ceria saat mempergakannya,” tutur mantan Pensosbud KBRI Bratislava.

Akibat acara Indonesian Night ini, beberapa mahasiswa negara sahabat yang hadir seperti dari Korea Selatan juga tertarik membuat acara serupa di waktu mendatang. Beberapa mahasiswa yang hadir antara lain dari negara Malaysia, Australia, Peru, Jerman, Thailand, Zimbabwe, Sri Lanka dan Rusia. (mb/detik

Pos terkait