Eko Patrio: Pak SBY Kaget 4 Parpol Ajukan Nama Agus, Bu Ani Sedih

Metrobatam, Jakarta – Ketua DPW PAN DKI Eko Hendro Purnomo mengisahkan perjalanan koalisi Cikeas sampai menentukan nama Agus Harimurti Yudhoyono menjadi calon gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022. Eko mengatakan, bukanlah SBY yang mengajukan nama Agus menjadi calon gubernur.

Permulaannya terjadi saat PDIP mengajukan nama Ahok-Djarot untuk cagub dan cawagub DKI. Koalisi kekeluargaan pun kacau dan sempat membuat para ketua umum Parpol di koalisi tersebut berpikir keras mencari penantang kuat Ahok-Djarot.

Bacaan Lainnya

“Saya melihatnya Risma diajuin sampai hari-hari terakhir ada tokoh lain Sandiaga, Pak Yusril, Rizal Ramli, dibuang-buang sama tokoh koalisi kekeluargaan. Jangankan dilihat visi misinya. Didenger aja kaga. Kita dengar last minutes malah mendukung Ahok-Djarot. Pecah lah koalisi kekeluargaan,” kata Eko dalam diskusi ‘Seteru Panas Pilkada DKI, Siapa Kuat?’ yang digelar Jitunews di kawasan SCBD, Jakarta Pusat, Kamis (29/9).

Eko melanjutkan, koalisi kekeluargaan kemudian mengalami konflik kembali setelah Gerindra dengan PKS memunculkan nama Mardani Ali Sera menjadi pasangan Sandiaga Uno. Dan akhirnya enam parpol tersebut akhirnya benar-benar pecah.

“Kemudian komunikasi dibangun Gerindra dan PKS muncul Mardani Ali Sera, saya kaget. Saya hargai itu kader PKS yang diajukan. Tapi kok malah akhir-akhir majukan Anies. Ini siape lagi? Nggak ada komunikasi lagi,” beber Eko.

“Kita (enam parpol) udah sepakat mantan menteri ini, eh nggak mau jadi Cawagub, nggak mau. Akhirnya komunikasi enam parpol pecah lagi,” imbuhnya.

Akhirnya, empat parpol yakni PPP, PAN, PKB dan Demokrat membentuk koalisi sendiri. Ia pun bercerita bagaimana pasangan Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni bisa diusung.

“Survei IndoBarometer menyebut Agus Harimurti masuk urutan ke-5. Eh kita orang deket nih, bagaimana? Kita ajuin Mas Agus. Ke SBY juga, Pak SBY kaget. Bu Ani sedih kebesokannya. Pak SBY nggak setuju sama sekali, kan anaknya lagi enak-enak, lagi latihan di Australia. Pak SBY nggak terima sekali. Kemudian kita cari, kita cari bagaimana bisa mengalahkan Ahok,” papar dia.

“Muncul Agus ini kan kejutan. Dari CV-nya agus kan bagus, lulusannya bagus. Dari Akmil dapet adi makayasa,” sambungnya.(mb/detik)

Pos terkait