Narapidana Jadi Calon Kepala Daerah Menurunkan Integritas Pemimpin

Print

Metrobatam, Jakarta – Koordinator Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat (JPPR) Masykurudin Hafiz menilai dengan adanya narapidana yang ikut mencalonkan diri sebagai kepala daerah akan menurunkan integritas seorang pemimpin.

“Ternyata benar, kekhawatiran kita bersama agar Pilkada sejak awal dimiliki oleh calon yang berintegritas ternyata gagal. Digagalkan oleh peserta Pilkada berwajah DPR,” kata Masykurudin, Rabu (14/9).

Bacaan Lainnya

Ia menjelaskan, setidak-tidaknya fraksi yang mempertahankan seorang terpidana dengan hukuman percobaan berhasil membuka peluang bagi calon-calon yang mempunyai status tersebut untuk dapat maju melalui partai politik.

“Dan akhirnya bagi partai politik lainnya juga agenda untuk membuka peluang bagi calon tersebut telah berhasil. Kita lihat saja, berapa banyak calon terpidana yang diajukan oleh partai pendukung tersebut,” ujarnya.

Meski begitu, Masykurudin yakin bahwa masyarakat dapat memilih kepala daerah yang memiliki catatan baik untuk menjadi seorang pemimpin. “Tapi percayalah, masyarakat pemilih tidak bodoh, dan punya cara sendiri untuk menghukum calon terpidana tersebut,” tukasnya.

Sebelumnya, rapat konsultasi antara Komisi II DPR RI dan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu), serta Dirjen Otda Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memutuskan untuk memperbolehkan terpidana percobaan ikut dalam Pilkada 2017. (mb/okezone)

Pos terkait