Ahok Minta Maaf Soal Al Maidah 51: Tak Ada Niat Melecehkan Islam

Metrobatam, Jakarta – Bakal calon Gubernur DKI petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) meminta maaf terkait pidatonya yang menyebut surat Al Maidah ayat 51 di Kepulauan Seribu Maret 2016 lalu. Ahok menegaskan tidak ada niat untuk melecehkan agama Islam ataupun kitab suci Alquran.

“Yang pasti saya sampaikan kepada semua umat Islam, ataupun orang yang merasa tersinggung, saya sampaikan mohon maaf. Tidak ada maksud saya melecehkan agama Islam ataupun Alquran,” ujar Ahok di Balai Kita DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (10/10).

Read More

Ahok menegaskan dirinya bukanlah seorang yang anti-Islam. Dia juga tidak ada niat untuk melecehkan ayat-ayat Alquran.

“Kalian bisa lihat suasana videonya seperti apa. tvOne dan semuanya juga ada di lokasi kok. Kok enggak ada TV yang menganggap itu sebuah pelecehan? Saya juga bukan anti-Islam. Saya dari kecil, kamu juga bisa lihat, bukan mau riya, sekolah-sekolah Islam kita bantu, izin sudah berapa banyak, termasuk KJP untuk madrasah, termasuk kita bangun masjid,” kata Ahok.

“Kamu bisa lihat tindak tanduk saya, ada enggak mau musuhin Islam? Ada enggak pengen melecehkan Alquran?” tambahnya.

Untuk itu, Ahok berharap agar pernyataan yang pernah dilontarkanya itu tidak lagi ‘diramaikan’. Dia sadar, polemik atas pernyataannya itu bisa mengganggu keharmonisan kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Makanya saya minta maaf untuk kegaduhan ini, jangan sampai saya pikir komentar ini jangan diteruskan lagi, ini tentu mengganggu keharmonisan kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Ahok.

“Padahal tidak ada niat apapun, orang Pulau Seribu pun saat itu satupun tidak ada yang tersinggung. Niatnya itu waktu itu hanya ingin menunjukkan, sebetulnya, saya enggak mau orang yang punya tafsiran seperti itu terpaksa bingung, dapat bantuan kok enggak milih saya. Makanya saya mengerti sekali ini memang urusan pribadi, tafsiran pribadi dan semua orang punya hak yang sama,” tambah Ahok.

Delapan Laporan k
Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Agus Andrianto mengatakan, polisi menerima delapan laporan terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Laporan yang tersebar di berbagai unit kepolisian di Indonesia itu terkait dengan ucapan Ahok yang mengutip surat Al Maidah ayat 51.

“Penyelidikannya kita akan satukan karena orangnya sama, objeknya sama, locus-nya (lokasi) sama. Jadi berapapun laporannya akan dijadikan satu,” ujar Agus saat dihubungi, Senin (10/10).

Delapan laporan itu terdiri dari empat laporan di Bareskrim Polri, tiga laporan di Polda Metro Jaya dan satu laporan di Sumatera Selatan. Seluruh laporan itu akan ditindaklanjuti oleh Bareskrim Polri.

Setelah mengumpulkan laporan, penyelidik mulai memintai keterangan sejumlah orang. “Hari ini kami minta keterangan pihak pelapor yang ke Bareskrim,” kata Agus.

Selain itu, penyelidik juga memanggil beberapa saksi dan ahli untuk pembuktian perkara ini. Menurut dia, pemeriksaan tak perlu dilakukan ke banyak pihak karena lingkup kejadiannya tidak luas.

Agus mengingatkan agar masyarakat tidak terprovokasi dengan isu ini hingga ada penanganan hukum yang jelas. “Ini masalah agama kan peka, pejabat publik juga peka, kita harus hati-hati jangan sampai jadi muatan politik. Masalah hukum enggak boleh dibawa ke politik,” kata Agus.(mb/detik)

Related posts