Gubernur Jateng Minta Hukuman Pelaku Pungli Berupa Pemecatan

Metrobatam, Purworejo – Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo meminta agar sanksi yang dikenakan kepada pelaku pungutan liar (pungli) bisa lebih tegas. Ia menilai, sanksi yang diterapkan sekarang masih kurang maksimal. Ganjar berharap, ada sanksi pemecatan untuk pelaku pungli.

“Saya ingin ada sanksi lebih tegas, pemecatan misalnya. Namun langkah itu belum bisa diterapkan,” katanya, seperti dikutip dari KRjogja.com, Senin (28/11).

Read More

Saat ini, sanksi yang diberikan kepada pelaku pungli sebatas pencopotan yang bersangkutan dari posnya bekerja. Menurutnya, tanpa sanksi lebih tegas, pelaku tetap merasa nyaman meski sudah dicopot. Hal itu dinilai tidak memberi efek jera kepada pegawai lain.

“Mereka jadi tidak takut, menyepelekan, karena tidak dipecat. Sanksi tegas sehingga tujuan dari revolusi mental cepat tercapai,” tegasnya.

Gubernur mengaku, melakukan beberapa upaya untuk meminta kewenangan memecat pegawai nakal. “Sudah pernah saya sampaikan kepada Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi, bahkan kepada Presiden Joko Widodo,” ujarnya.

Untuk mewujudkan birokrasi yang sehat dan baik, katanya, pegawai harus mengedepankan antikorupsi, antipungli dan gratifikasi. “Sebetulnya mudah apabila menerapkan tiga poin itu,” katanya.

Ganjar juga meminta peran serta masyarakat memberantas praktik pungli. Ganjar membuka komunikasi dengan warga lewat akun Twitter dan Instagram. “Ada beberapa lainnya, jadi silahkan lapor, jangan pernah takut,” tandasnya.(mb/okezone)

Related posts