Angin Kencang dan Gelombang Tinggi, Harga Ikan di Natuna Mahal

Metrobatam.com, Natuna – Harga ikan di Natuna melambung tinggi karena nelayan tidak ke laut disebabkan kondisi cuaca buruk yang memicu gelombang tinggi.

Sejumlah warga dalam seminggu terakhir megelurkan sulitnya mendapatkan ikan, bahkan ada yang sudah tidak lagi mengkonsumsi ikan karena harga mahal.

Read More

“Kami dalam seminggu ini sudah tidak makan ikan lagi, tidak mampu beli karena yang biasanya Rp.30.000/ ekor sekarang menjadi Rp.100.000 per ekornya,” kata Iwan, warga Ranai, Rabu.

Pantauan di lapangan, banyak pompong nelayan tidak lagi melaut karena angin kencang.

Kencang dan tingginya ombak dirasakan para nelayan, salah satunya Abu Bakar yang berasal dari Kalimantan. Dia mengaku terpaksa harus menepi dan berlindung di pelabuhan Desa Tanjung Setelung karena tidak lagi mampu bertahan di laut.

“Jangankan pergi mancing, untuk keluar dari pelabuhan saja tidak bisa. Ini juga kami tidak tahu sampai kapan tertahan di Natuna,” katanya.

Berdasarkan data yang dirilis BMKG Pada pagi hari ini, probabilitas potensi hujan ringan terjadi di Midai, Serasan, Subi sekitar 20-30 persen.

Pada malam hari, probabilitas potensi hujan ringan terjadi di Midai, Serasan dan P. Laut sekitar 20-30 persen

Arah dan kecepatan angin permukaan pada pagi hari arah utara-timur laut (9-45 km/jam) siang dan sore hari arah utara–timur laut (9-50 km/jam) sedangkan pada malam hari arah utara-timur laut (5-30 km/jam).

Sedangkan cuaca pada pagi hari cerah berawan, pada siang dan sore berawan berpotensi hujan lokal ringan sedang, pada malam cerah berawan dengan suhu udara 22 s/d 31 derajat Celsius, dengan kelembaban 70-97 persen. Sedangkan untuk jarak pandang hanya 7-10 km, dan tidak terdeteksi titik panas untuk wilayah Natuna.

Sedangkan untuk wilayah pelabuhan Penagi, cuaca berawan, arah dan kecepatan angin utara-timur laut, 4-20 knots visibility 6-10 km, tinggi gelombang 0,5-2,0 meter, dengan catatan gelombang maksimum dapat dua kali lipat tinggi gelombang yang tertera di atas sedangkan variasi arus laut permukaan dari arah utara-timur kecepatan berkisar 5-45 cm/s dengan gelombang laut 1,25-5 meter.

Peringatan juga dikeluarkan BMKG waspada potensi angin kencang mencapai 30 knot berpeluang terjadi di Laut Tiongkok Selatan, utara Kepulauan Natuna.

Fenomena angin kencang dan gelombang tinggi yang terjadi belakangan ini disebabkan oleh fenomena angin utara, dan untuk hari ini berdasarkan data, angin lapisan 3000 ft terdapat titik tekanan rendah bagian selatan wilayah Kepulauan Natuna yang dapat menarik massa udara sehingga menyebabkan kondisi cuaca semakin buruk.

Kondisi seperti sekarang ini diperkirakan berlangsung hingga 5-6 hari ke depan, oleh karena itu agar selalu waspada terhadap potensi bencana angin kencang yang dapat menumbangkan pohon serta gelombang tinggi pada perairan Kepulauan Natuna, dan berkurangnya jarak pandang akibat cuaca buruk.

Antara

Related posts