Soal Demokrasi Kebablasan, Ketua DPR: Presiden Tahu Betul

Metrobatam, Jakarta – Presiden Joko Widodo menyebut demokrasi saat ini sudah kebablasan dan menyebabkan artikulasi politik yang berpotensi bertentangan dengan Pancasila. Ketua DPR Setya Novanto menyebut, Presiden Jokowi tidak asal bicara soal itu.

“Situasi saat ini memang, tentu presiden mengetahui betul,” ungkap Novanto di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (23/2).

Read More

Menurut Novanto, presiden dalam berbicara pastinya memiliki dasar. Termasuk masukan dari pihak-pihak yang memiliki unsur intelijen.

“Masukan-masukan dari semua unsur baik BIN, Kapolri, TNI Apa yang dirasakan presiden tentu ada dasarnya,” ujar Ketum Partai Golkar itu

Novanto pun berharap agar semua pihak ikut berperan dalam menjaga keamanan Indonesia. Jangan sampai karena masalah atau situasi politik, Kebhinnekaan menjadi taruhannya. Ia juga mengapresiasi segala pihak yang turut serta dalam upaya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

“Kita harapkan suasana aman, tenang dan kita tentu menghargai ulama-ulama yang sedang terus menentramkan situasi negara kita,” tutur Novanto.

Sebelumnya Presiden Jokowi menyebut praktik demokrasi politik saat ini sudah membuka peluang terjadinya artikulasi politik yang tak biasa. Seperti liberalisme, radikalisme, fundamentalisme, sektarianisme, dan lainnya yang bertentangan dengan ideologi Pancasila.

Selain itu, ia menyayangkan banyaknya peredaran fitnah, kabar bohong, serta saling mencaci dan menghujat. Jika itu dibiarkan, presiden khawatir hal tersebut akan menjurus pada perpecahan bangsa.

“Saya meyakini ini menjadi ujian kita yang nantinya kalau ini kita bisa lalui dengan baik akan menjadikan kita semakin dewasa, akan menjadikan kita semakin matang. Akan menjadikan kita semakin tahan uji, bukan melemahkan,” ujar Jokowi, Rabu (22/2).(mb/detik)

Related posts