Pelajar SMP Ini Bunuh dan Buang Bayi Hasil Hubungan Gelap dengan Siswa SMA

Metrobatam, Sambas – NR (15) bocah kelas tiga SMP di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat tega membunuh dan membuang darah daging yang baru saja dilahirkannya. Bayi laki-laki yang dibuang tersebut, merupakan hasil hubungan badan dengan pacarnya berinisial TG (18).

Peristiwa itu bermula ketika NR menjalin kasih dengan TG yang masih mengenyam bangku SMA. Selama berpacaran, mereka bergaul bebas dan kerap melakukan hubungan layaknya suami istri. Sampai akhirnya NR hamil. Hingga pada Sabtu 25 Februari 2017 sekira pukul 23.30 WIB, perut NR sakit. Ia kemudian melahirkan bayi tanpa bantuan ahli medis.

Read More

“Dia melahirkan sendiri di kamarnya,” kata Kasat Reskrim Polres Sambas, AKP Raden Real Mahendra, Kamis (2/3).

Persalinan NR pun berjalan lancar. Ketika terlahir, bayinya sempat menangis. NR kemudian memutuskan tali pusarnya dengan cara ditarik. Bayi kemudian berhenti menangis. “Lalu, NR membuang bayi ke sungai di depan rumahnya,” lanjutnya.

Setelah membuang bayi tersebut, NR kemudian membersihkan bekas darah persalinan yang bersimbah di lantai dengan cara mengelap menggunakan celananya. Selanjutnya, ia membuang bekasnya ke sungai bersama celana dalam yang penuh dengan lumuran darah.

Dikatakan Raden, pada Selasa, 28 Februari 2016, siang, seorang warga bernama Solihin melintas di Jalan Raya Kecamatan Tangaran. Ia melihat bungkusan plastik hitam. Setelah dibuka, ternyata berisi celana pendek berlumuran darah di parit depan burung walet.

Solihin kemudian melihat-lihat sekitar lokasi. Seratus meter dari penemuan celana pendek itu, ia melihat sesosok yang diduga bayi. Begitu didekati, ternyata memang benar merupakan mayat bayi. Solihin terkejut dan memanggil warga lainnya.

Mayat bayi tersebut mengapung dalam posisi telentang. Mayat bayi ini kemudian dievakuasi warga dan dimasukkan ke dalam karung. Warga yang mengetahui temuan mayat bayi ini pun memadati dua ruas jalan untuk menyaksikan proses evakuasi.

Kemudian anggota Polsek Teluk Keramat dan Unit Lidik Satreskrim Polres Sambas yang mengetahui kejadian tersebut langsung melakukan penyelidikan.

“Setelah mengetahui adanya mayat bayi ini, tim mencari informasi di sekitar TKP tentang orang yang diduga pemilik celana tersebut,” ujarnya.

Sehingga, Rabu siang, ada seorang warga yang mengenali celana tersebut. “Kami mendatangi rumah pemilik celana itu. Dia mengakui perbuatanya membuang bayinya,” terangnya.

Tim kemudian mengamankan tersangka NR di kediamannya, untuk diperiksa lebih lanjut. Namun, anggota kesulitan dalam meminta keterangan NR. Lantaran ia terus menangis dan terlihat lemas.

Bahkan, NR masih mengalami pendarahan pascapersalinan. Dia diharuskan dirawatinapkan di Puskesmas Sekura. “NR dn TG masih diperiksa. Pengakuan sementara, bayi tersebut merupakan hasil hubungan gelap mereka,” ujar Raden.

Dalam kasus ini, kepolisian menyita dua helai celana yang diduga milik tersangka, yang ditemukan tersangkut di kayu tangga sungai yang berjarak sekitar 50 meter dari mayat bayi ditemukan. “Tersangka dipersangkakan pasal 341 atau 342 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara,” tegas Raden. (mb/okezone)

Related posts