oleh

Duterte Ancam Santap Hati Teroris

Metrobatam, Jakarta – Presiden Filipina Rodrigo Duterte memang terkenal dengan pernyataan yang keras, namun saat berpidato di upacara pembukaan 2017 Palarong Pambansa di San Jose de Buenavista, akhir pekan lalu, dia menyebut akan menyantap hati teroris.

“Saya bisa makan kalian,” kata Duterte, mengacu pada para teroris. “Beri saya garam dan cuka. Benar. Buat saya marah. Beri saya seorang teroris, cuka dan garam. Saya akan makan hatinya,” ujar Duterte, dilansir CNN.

Ungkapan Duterte itu mengingatkan akan penjahat psikopat Hannibal Lecter dalam kisah fiksi ’The Silence of the Lambs’. Kalimat Lecter yang terkenal adalah “Pegawai sensus pernah mencoba menguji saya. Saya menyantap hatinya dengan kacang dan segelas anggur.”

Di sisi lain, ancaman Duterte pada para teroris bukanlah pepesan kosong. Dia meningkatkan aktivitas militer untuk terus melakukan operasi pembersihan terhadap kelompok militan Abu Sayyaf yang terus melakukan pemberontakan di Filipina.

Baru-baru ini, pasukan keamanan Duterte bentrok dengan Abu Sayyaf di Pulau Bohol, yang menewaskan setidaknya lima orang, termasuk salah satu polisi dan seorang pemimpin Abu Sayyaf.

Di operasi militer yang berbeda, setidaknya 10 anggota Abu Sayyaf tewas di Bohol, kendati tiga orang militan lainnya masih bebas.

Kehadiran para penjuang Abu Sayyaf di Bohol menunjukkan peningkatan aksi kelompok militan tersebut, yang sebelumnya terbatas pada penculikan dengan tebusan. Mereka juga sebelumnya hanya beraksi di wilayah Mindanao dan Sulu, di selatan Bohol.

Duterte, yang menjabat sejak Juni 2016, terus konsisten dengan keputusan tegasnya ‘memerangi narkoba’ yang membunuh setidaknya 6000 orang, di bulan pertama dia menjabat.

Pada Desember, Duterte mengaku bahwa dia membunuh tersangka kriminal saat dia masih menjabat sebagai Wali Kota Davao City. Kini, selain narkoba, teroris juga menjadi fokus utama Duterte. Dia menyamakan kelompok pemberontak itu dengan binatang.

“Mereka adalah binatang. Jika kalian menginginkan saya menjadi binatang, saya juga bisa. Saya bisa jadi lebih kejam dari itu. Lima puluh kali lebih kejam,” kata dia. (mb/cnn indonesia)

News Feed