oleh

Longsor Ponorogo Timbun 28 Warga, Pemda Tetapkan Status Tanggap Darurat 14 Hari

Metrobatam, Ponorogo – Bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Banaran, kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo menelan 28 korban jiwa. Pemda pun menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari.

“Jadi selama dua minggu ini kita melakukan upaya secara maksimal untuk tanggap daruratnya,” kata kepala BNPB, Willem Rampangilei, saat menyerahkan bantuan dana siap pakai untuk penanganan darurat bencana tanah longsor, di lokasi tanah longsor Banaran, Ponorogo, Minggu (2/4).

Terkait warga yang kehilangan tempat tinggal, menurut Willem, pemda Ponorogo sudah menyiapkan tempat tinggal sementara. Ini sesuai pemerintah Presiden Joko Widodo.

“Sesuai dengan perintah bapak presiden bahwa ini harus pemulihannya dilakukan secara cepat dan tepat, masyarakat yang terdampak tidak boleh terlalu lama tinggal di situasi kedaruratan ini,” jelasnya.

Ditemui di posko BPBD, Bupati Ponorogo Ipong Muchlisoni mengatakan status tanggap darurat ditetapkan selama 14 hari. Dari hari ini sampai tanggal 15 April mendatang. “Tanggal hari ini sampai tanggal 15 (April, red),” kata Ipong.

Seperti diketahui, dua korban yang tertimbun longsor telah berhasil ditemukan siang tadi. Tim SAR dibantu aparat TNI/Polri masih terus melakukan pencarian terhadap korban yang tertimbun.

Sementara itu Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) terus berupaya mencari korban tanah longsor di Ponorogo, Jawa Timur. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan 28 orang diketahui tertimbun tanah longsor.

“35 KK dari 128 jiwa terdampak, 100 jiwa selamat dan 28 jiwa masih tertimbun longsor,” kata Sutopo saat konferensi pers di Gedung BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Minggu (2/4.

Dari 28 korban, dia menuturkan saat ini tim gabungan sudah menemukan 2 korban dan 26 masih dalam tahap pencarian. Kemudian jumlah korban luka berat 1 orang dan luka ringan 19 orang.

“Kemudian 300 warga mengungsi rumah ke Kepala Desa dan kerabatnya. 28 korban 16 laki dan 12 wanita,” kata dia.

Sementara itu, lanjut dia 2 korban yang tertimbun berusia anak-anak yakni Arda laki-laki usia 5 tahun dan anak ibu Misri usia 3 tahun. Selain itu, Tim SAR juga mengerahkan anjing pelacak untuk mencari korban.

“Proses pencarian 4 sektor bagian hulu dan hilir, lokasi diperkirakan rumah dipasang bendera, ditempat itu difokuskan dan dikerahkan anjing pelacak. Kendala Tim SAR prinsip keselamatan karena material longsor dalam dan hujan lebat, sehingga evakuasi dihentikan sementara potensi longsor susulan,” tutupnya.

Berikut nama-nama 28 korban longsor:

Nama korban hilang
1. Litkusnin (L) 60 tahun
2. Bibit, (P) 55 tahun
3. Fitasari, (P) 28 tahun
4. Arda, (L) 5 tahun
5. Janti, (P) 50 tahun
6. Mujirah (P) 50 tahun
7. Purnomo, (L) 26 tahun
8. Suyati, (P) 40 tahun
9. Poniran, (L) 45 tahun
10. Prapti, (P) 35 tahun
11. Cikrak, (P) 60 tahun
12. Misri, (P) 27 tahun
13. Anaknya misri, (P) 3 tahun
14. Sunadi, (L) 47 tahun
15. Katemi, (P) 70 tahun
16. Iwan, (L) 30 tahun
17. Katemun, (L) 55 tahun
18. Pujianto, (L) 47 tahun
19. Siyam (P) 40 tahun
20. Nuryono, (L) 17 tahun
21. Menik, (L) 45 tahun
22. Kateno, (L) 55 tahun
23. Muklas, (L) 48 tahun
24. Jadi, (L) 40 tahun
25. Suyono, (L) 35 tahun
26. Suroso, (L) 35 tahun
27. Tolu, (L) 47 tahun
28. Situn, (P) 45 tahun(mb/detik)

News Feed