oleh

4 Siswa SD Disetrum Kepsek, Wali Kota Malang: Itu Terapi Kesehatan

Metrobatam, Malang – Insiden dugaan penyetruman terhadap empat siswa di SDN Lowokwaru III Kota Malang membuat Wali Kota Moch Anton ikut bicara. Menurutnya yang dilakukan kepala sekolah (kepsek) SDN tersebut kepada siswanya adalah terapi untuk kesehatan pola pikir.

“Bukan disetrum, terapi kesehatan pola pikir. Sudah ada penanganan khusus, dengan memanggil yang bersangkutan serta wali siswa melalui diknas,” ujar Anton ditemui wartawan di Balai Kota Malang Jalan Tugu, Selasa (2/5).

Anton melanjutkan, Kepsek Tjipto Yuwono (TY) tengah menerapkan sebuah metode dengan jalan terapi tanpa lebih dahulu berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan maupun Pemkot Malang.

“Tidak pernah diajukan, tanpa koordinasi. Jadi itu, dia (pelaku) melakukan sendiri,” sebut Anton.

Anton mengaku, ada wali siswa yang tidak terima dengan perlakuan Kasek SD Negeri Lowokwaru 3 tersebut. Pihaknya berjanji, akan menangani dan bertanggung jawab. “Yang jelas kami akan tanggung jawab atas masalah ini,” tegas politisi dari PKB ini.

Anton memastikan akan ada sanksi, ketika ditemukan fakta yang membenarkan adanya pelanggaran. “Akan ada, tetapi masih menunggu hasilnya,” tandas Anton mengakhiri wawancara.

Saat berusaha ditemui, TY saat ini tengah menjalani pemeriksaan di Dinas Pendidikan Kota Malang. TY hanya memberikan keterangan melalui pesan singkat, jika dirinya tengah mengikuti rapat yang tidak dapat ditinggalkan.

Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Malang tengah menyelidiki kasus dugaan penyetruman 4 siswa yang dilakukan TY. Salah satu orangtua siswa tidak terima perbuatan TY.

Dari foto yang didapat detikcom, TY sudah membuat surat pernyataan pada Kamis 27 April 2017. Ia mengakui kesalahan telah melakukan terapi listrik terhadap 4 siswa tanpa konfirmasi orangtuanya. Begitu pula, alat bukti turut disertakan. TY janji tidak akan mengulangi perbuatannya.(mb/okezone)

News Feed