Akui Tembak Jatuh Pesawat Ukraina, Iran Tuai Gelombang Protes

Metrobatam, Jakarta – Ratusan pedemo berunjuk rasa di Ibu Kota Teheran memprotes keteledoran militer Iran yang telah menembak jatuh pesawat komersial Ukraina secara tak sengaja hingga menewaskan seluruh 176 penumpang.

Protes selama akhir pekan lalu itu dilaporkan diikuti ratusan pedemo terutama kelompok pelajar. Video yang tersebar di media sosial menunjukkan para pedemo berkumpul di alun-alun Azadi di pusat kota sambil meneriakkan slogan-slogan anti-pemerintah Iran.

Bentrokan antara pedemo dan aparat keamanan juga dikabarkan tak terelakkan. Video yang tersebar di media sosial bahkan menunjukkan aparat keamanan menembakkan gas air mata hingga peluru hidup untuk meredam para pemrotes.

“Mereka (pemerintah) telah berbohong bahwa musuh kami adalah Amerika! Musuh kami yang sebenarnya ada di sini,” teriak para pedemo.

Video yang didapat Associated Press menunjukkan kerumunan demonstran berhamburan melarikan diri dari Azadi Square ketika tabung gas air mata dilemparkan ke arah mereka.

Sambil terisak-isak dan batuk, para pedemo berupaya menghindari asap.

“Mereka menembakkan gas air mata ke orang-orang! Alun-alun Azadi! Kematian bagi diktaktor!” kata seorang wanita dalam video itu menggunakan bahasa Farsi.

Sementara itu, video lainnya menunjukkan seorang wanita di bawa pergi setelah terlibat bentrokan dengan aparat. Jejak darah berceceran di tanah. Orang-orang di sekitarnya berteriak bahwa seorang perempuan telah tertembak di kaki.

“Ya Tuhan, dia berdarah tanpa henti. Perban!,” teriak salah satu pedemo.

Sejumlah foto dan video lainnya memperlihatkan genangan darah berlumuran di beberapa bagian trotoar.

Unjuk rasa tersebut berlangsung setelah Korps Garda Revolusi atau angkatan bersenjata Iran mengakui telah menembak jatuh Ukraine International Airlines akibat human error pada pekan lalu.

Kepolisian Iran menampik bahwa aparatnya telah bertindak represif dalam meredam unjuk rasa. Kepala Polisi Teheran, Jenderal Hossein Rahimi, membantah bahwa aparatnya menggunakan senjata dan melepaskan tembakan selama menangani demo. (mb/cnn indonesia)

Loading...

Related posts