Ancaman Virus Corona dari China Makin Meluas, 9 Orang Meninggal

Metrobatam, Jakarta – Virus corona jenis baru yang menggemparkan Wuhan, China, makin menyebar. Berbagai negara meningkatkan kewaspadaan, tak terkecuali Indonesia.

Di Jakarta, sedikitnya ada 30 penerbangan langsung dari dataran China dengan estimasi 5.000 penumpang per hari. Di Bali bahkan ada penerbangan langsung dari Wuhan ke Denpasar.

Bacaan Lainnya

“Kemenkes sudah menetapkan 100 rumah sakit rujukan untuk infeksi emerging. Diharapkan 100 RS ini sudah harus memiliki sarana dan prasarana sesuai standar untuk menangani kasus emerging karena pernah menangani kasus flu burung,” tutur Direktur Survailans dan Karantina Kesehatan Kemenkes, drg Vensya Sitohang, MEpid, saat dijumpai di Kantor Kemenkes RI, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (22/1/2020).

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan RI, dr Wiendra Waworuntu, MKes, menegaskan hingga saat ini belum ada infeksi virus corona di Indonesia. Dari KBRI di China, juga belum ada laporan WNI yang terinfeksi.

Meski demikian, kesiapsiagaan telah ditingkatkan dengan memasang 135 pintu masuk negara. Pengunjung dengan gejala demam dan sesak napas, dan memiliki riwayat perjalanan dari China, akan langsung ditangani dengan komprehensif.

Sementara itu, Amerika Serikat telah mengkonfirmasi kasus pertama virus corona jenis baru pada pria berusia 30-an tahun. Pria tersebut baru saja kembali dari Wuhan pada 15 Januari 2020.

Di Brisbane, Australia, seorang pria diisolasi di rumahnya untuk menjalani serangkaian tes. Pria ini menunjukkan gejala mirip SARS (Severe Accute Respiratory Syndrome) sepulang dari Wuhan, China.

Sejauh ini tercatat 9 orang meninggal di China akibat virus corona ‘misterius’ dan sedikitnya 400 orang di 13 provinsi telah terinfeksi. Virus ini disebut bisa bermutasi dan beradaptasi dan telah terkonfirmasi bisa menular dari orang ke orang.

Virus Corona Misterius Bisa Bermutasi

Pejabat-pejabat kesehatan China mengingatkan bahwa virus corona baru yang telah menginfeksi ratusan orang di negeri itu, bisa bermutasi. Peringatan ini disampaikan China seiring negara-negara di dunia mengambil langkah-langkah skrining para traveler untuk mencegah pandemi global.

Pejabat-pejabat kesehatan China menyatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (22/1/2020) bahwa jelas “virus ini beradaptasi dan bermutasi.”

Virus corona misterius yang sejauh ini telah menewaskan sembilan orang di China tersebut, berasal dari kota Wuhan yang berpenduduk 11 juta orang. Virus corona ini mulai menginfeksi orang pada akhir tahun lalu dan sejauh ini telah menginfeksi lebih dari 400 orang di 13 provinsi dan kota-kota China, termasuk di Beijing dan Shanghai.

Setelah terkonfirmasi bahwa virus ini bisa menyebar dari manusia ke manusia, pejabat-pejabat di Wuhan meminta masyarakat untuk menghindari kota tersebut. “Jika tidak perlu, kami menyarankan agar masyarakat tidak datang ke Wuhan,” tutur Wali Kota Wuhan, Zhou Xianwang.

Dia juga menyerukan warga untuk tidak meninggalkan kota tersebut, sehingga kemungkinan penularan bisa dikurangi.

Kepada para wartawan dalam sebuah konferensi pers, Wakil Menteri Komisi Kesehatan Nasional China, Li Bin mengatakan bahwa ada “kemungkinan mutasi virus dan penyebaran lebih luas penyakit tersebut.”

Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, saat ini belum memberlakukan instruksi perjalanan khusus ke China. Namun orang-orang yang bepergian ke dan dari China, diingatkan untuk mewaspadai virus ini dan segera ke dokter jika mereka merasa tidak sehat.

Ini adalah periode perjalanan yang sangat sibuk karena orang-orang melakukan perjalanan di sekitar Tahun Baru Imlek, yang jatuh pada 25 Januari tahun ini. (mb/detik)

Pos terkait