Namanya Terseret di Kasus Jiwasraya, Dato Sri Tahir: Terkutuklah Saya!

Metrobatam, Jakarta – Dato Sri Tahir diduga memiliki hubungan dengan salah satu tersangka kasus Jiwasraya, yaitu Benny Tjokrosaputro (Bentjok). Benny adalah Direktur Utama PT Hanson International Tbk (MYRX). Hal itu berujung pemanggilan terhadap dirinya oleh Panja Jiwasraya Komisi VI DPR RI.

Lantas apa kata Bos Mayapada soal dugaan tersebut?

Read More

Tahir mengatakan bahwa Benny merupakan nasabah bank miliknya, Mayapada Bank. Selain itu ayah Benny merupakan kerabatnya.

“Dia (Benny) nasabah kita, iya. Saya kenal orangtuanya, iya,” kata Tahir saat dihubungi detikcom, Jumat (31/1/2020).

Namun dia tidak ada kedekatan dengan Benny. Sementara dengan ayahnya, Tahir mengatakan ada kedekatan.

“Saya dekat sama almarhum ayahnya. Kalau saya sama dia (Benny) beda generasi. Dia anak muda, saya sudah tua,” jelasnya.

Lalu apakah ada kaitannya skandal Jiwasraya dengan dirinya? Tahir secara tegas menjawab dirinya tak ikut-ikutan dalam masalah tersebut.

“Saya mohon maaf ya, saya kalau menggunakan kata yang agak sedikit keras ya, saya terkutuk lah saya dalam hidup ini kalau saya ada kasus dengan pemerintah, kasus dengan negara, menipu negara. Saya nggak. 68 tahun saya hidup di sini, saya tidak pinjam bank pemerintah, saya tidak ada proyek pemerintah, ya saya berusaha kerja yang baik ya,” jelasnya.

“Sejauh ini bapak bisa investigasi saya. Jiwasraya itu kantornya di mana saya nggak tahu,” tambahnya.

Anggota Panja Komisi VI DPR Fraksi Gerindra Andre Rosiade menjelaskan, Panja Komisi VI ingin mengklarifikasi langsung.

“Kita membaca di berbagai media sosial kan ada yang mencoba menghubung-hubungkan Dato Sri Tahir ini dengan saudara Bentjok kan, Benny Tjokro. Untuk itu kan seluruh hal yang berhubungan dengan Jiwasraya tentu menjadi perhatian kita kan. Nah untuk itu kita ingin mendapatkan informasi yang lebih utuh dan klarifikasi. Makanya kita akan undang Dato Sri Tahir,” kata Andre saat dihubungi detikcom, Jumat (31/1/2020).

Pihaknya pun akan segera mengadakan rapat internal terkait rencana pemanggilan Tahir. Rencananya rapat dilakukan pada Senin atau Selasa depan. Setelah rapat maka akan disesuaikan jadwal anggota panja dengan Tahir. Yang pasti lebih cepat lebih baik.

“Kalau misalnya sudah sepakat hari ini misalnya, kapan kita rapat misalnya hari Senin atau Selasa, sepakat nih, kita kirim surat (untuk Tahir) segera lah. Kan kita ingin berpacu dengan waktu juga supaya kasus Jiwasraya ini cepat selesai,” tambahnya. (mb/detik)

Related posts