Anggota Sunda Empire Diimingi Deposito Bank Swiss

Metrobatam, Jakarta – Penyidik Ditreskrimum Polda Jawa Barat menemukan fakta bahwa banyak orang bergabung bersama Sunda Empire karena iming-iming deposito di Bank Swiss. Fakta tersebut terungkap berdasarkan hasil pemeriksaan tujuh anggota Sunda Empire yang dilakukan penyidik kepolisian.

“Mereka tergiur dengan harapan pencairan dana deposito USD500 juta. Para anggotanya berharap dapat dana itu,” kata Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Komisaris Besar Saptono Erlangga saat dihubungi, Rabu (5/2).

Bacaan Lainnya

Seperti diketahui, polisi telah menetapkan tiga orang tersangka yakni Nasri Bank sebagai Perdana Menteri Sunda Empire, Raden Ratna Ningrum selaku Kaisar Sunda Empire dan Ki Ageng Raden Rangga sebagai Sekretaris Jenderal Sunda Empire. Ketiganya dijerat Pasal 14 dan atau 15 undang-undang RI No. 1 tahun 1946, dengan ancaman hukuman setinggi-tingginya 10 tahun.

Kemudian, polisi memeriksa tujuh anggota Sunda Empire lainnya pada Senin (3/2) lalu. Hasilnya, terungkap bahwa para pengikut Sunda Empire tergiur dengan iming-iming uang USD500 juta yang diklaim berada di Bank Swiss.

Terkait klaim Sunda Empire atas deposito tersebut, pihak kepolisian akan meminta keterangan dari Kedutaan Swiss.

“Jadi ke depan kita masih akan memintai keterangan dari Kedutaan Swiss terkait dengan dokumen deposito tersebut,” ucapnya.

Polisi menduga klaim adanya deposito di Bank Swiss tersebut menjadi cara agar kelompok Sunda Empire mendapatkan pengikut. Diketahui saat ini kelompok Sunda Empire memiliki sekitar seribu anggota.

“Jadi para pengikut Sunda Empire ini tergiur dengan harapan setelah ada pencairan deposito dari Bank Swiss bisa mendapatkan uang itu. Itulah alasan mereka tertarik mengikuti Sunda Empire,” tuturnya.

Penyelidikan Sunda Empire dimulai setelah Polda Jabar menerima laporan dari tokoh dan budayawan Sunda, Mohamad Ari. Setelah itu polisi langsung memanggil sejumlah orang untuk diminta keterangan.

Mereka yang dipanggil antara lain pelapor, lalu pihak dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), dan Marketing sebuah hotel yang tempatnya dijadikan sebagai lokasi pertemuan selama 2019. (mb/detik)

Pos terkait