Dokter ‘Whistleblower’ Virus Corona Meninggal, Kondisi 3 WNI di Hubei Sehat

Metrobatam, Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut tiga orang Warga Negara Indonesia (WNI) di Provinsi Hubei, China, yang sempat tidak lolos pemindaian atau screening kesehatan terkait penyebaran virus corona, saat ini dalam kondisi sehat.

“Sehat, sehat. Kemarin sudah diinfo. Sehat banget,” kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes, Wiendra Waworuntu, di Kemenkes, Jakarta, Kamis (6/2).

Bacaan Lainnya

Ketiga WNI tersebut tak lolos pemeriksaan saat hendak dievakuasi pulang ke Indonesia beberapa waktu lalu.

Wiendra menjelaskan dua dari tiga orang itu berprofesi sebagai dokter, sementara satu lainnya belum diketahui. Wiendra mengatakan ketiga orang itu tidak lolos pemeriksaan kesehatan beberapa waktu lalu karena mengalami flu dan demam.

“Dua itu dokter, dia cuma pilek demam,” ujar dia.

Meski dalam kondisi sehat, Wiendra tak bisa memastikan kapan mereka akan dipulangkan ke Indonesia. Menurutnya, Kementerian Luar Negeri yang lebih tahu dan paham untuk menjawab hal itu.

“Tanya ke Kemenlu saja,” ungkapnya.

Setidaknya masih ada tujuh WNI di Provinsi Hubei, China. Tiga orang dinyatakan tak lolos pemeriksaan kesehatan saat hendak dievakuasi, sedangkan empat lainnya menolak untuk pulang ke Indonesia.

Kemenlu melalui KBRI di Beijing kemudian menginformasikan pihaknya telah mengirimkan uang sejumlah Rp130.280.000 bagi WNI yang ada di Hubei dan Wuhan. Uang tersebut digunakan untuk membeli pasokan pangan dan perlengkapan.

Keputusan mengirimkan uang dinilai efektif dan lebih cepat agar WNI dapat membeli kebutuhan yang diperlukan untuk bertahan selama daerah tersebut masih berstatus lumpuh atau lock down area.

Dokter ‘Whistleblower’ Virus Corona Meninggal

Sementara itu Dokter asal China, Li Wenliang, salah satu whistleblower yang mencoba memperingatkan petugas medis lainnya terkait virus corona meninggal dunia. Li meninggal setelah terpapar virus yang telah menewaskan lebih dari 500 orang itu.

Dilansir dari The Guardian dan Global Times, Kamis (6/2/2020), meninggal hari ini waktu setempat. Li meninggal di Wuhan, China.

Sebelumnya, pada 30 Desember 2019 lalu, Li Wenliang, dokter dari Wuhan pertama kali mendiagnosis tujuh pasien yang ia sebut mengidap penyakit yang mirip seperti SARS, dan langsung dikarantina di rumah sakitnya.

Mengutip CNN, Li menjelaskan kalau hasil tes pada pasien tersebut menunjukkan positif virus corona, keluarga besar virus yang mencakup sebagian sindrom pernafasan akut yang parah atau disebut SARS.

Li pun menyebarkan pesan kepada setiap orang untuk waspada atas penyebaran virus corona baru ini. Namun aksinya tersebut sempat dituduh oleh polisi Wuhan sebagai penyebaran rumor. Pada 1 Februari 2020 lalu, Li pun didiagnosa mengidap virus corona. (mb/detik)

Pos terkait