Mahasiswa yang Dikarantina di Natuna Gelisah Kelanjutan Kuliahnya

Metrobatam, Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan ratusan Warga Negara Indonesia (WNI) yang tengah menjalani masa karantina hari ke-tujuh di Natuna dalam keadaan sehat alias negatif virus corona.

Sekretaris Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Achmad Yurianto menyebut mayoritas dari ratusan WNI yang menjalani masa karantina di Natuna adalah mahasiswa yang mengenyam pendidikan di negeri tirai bambu tersebut.

“Hampir semuanya mahasiswa, mayoritas lah, mungkin yang enggak mahasiswa beberapa orang saja,” ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Minggu (9/2).

Achmad memastikan kondisi ratusan WNI tersebut sehat secara fisik. Namun secara psikologis ia menilai saat ini para mahasiswa mulai dilanda kekalutan ihwal keberlanjutan studinya.

“Kekhawatiran itu sekarang sudah mulai muncul, secara psikologis ya” ungkap Achmad.

“Kita kan melihat mereka holistik ya, kita ajak ngobrol. Nah kalau sekarang ini ya dalam 2-3 hari ini mereka mulai cerita kondisi perkuliahan,” lanjutnya,

Achmad mengaku mendapat banyak keluhan mahasiswa WNI di Natuna, menurut keterangan Achmad mahasiswa mulai mengkhawatirkan kondisi Provinsi Hubei yang lumpuh akibat epidemi virus corona.

Sedangkan masa perkuliahan mereka sudah mulai aktif kembali, sehingga muncul perasaan takut tertinggal. Selain itu beberapa mahasiswa mulai panik saat mendengar kabar tak diizinkan kembali ke China oleh keluarganya.

Merespons hal tersebut, Kemenkes berupaya mendatangkan tujuh psikolog sejak Kamis (6/2) lalu sebagai tim pendamping inklusif yang akan membantu meringankan beban psikologis WNI di Natuna.

“Ada 7 dari kemenkes, 4 psikolog dengan 3 Dokter jiwa,” paparnya.

Terkait kondisi psikologis WNI perihal ketakutan akan ancaman virus corona serta terisolasinya dari masyarakat, Achmad menampiknya. Menurutnya para WNI tersebut sudah tidak merisaukan hal itu karena sudah paham betul tindakan yang dilakukan pemerintah.

“Enggak, mereka tahu betul kenapa harus dikarantina dan tidak mempertanyakannya,” katanya.

Sebelumnya, ratusan WNI mulai menjalani masa karantina yang dijadwalkan 14 hari sejak minggu (2/2). Selain 238 orang, ada pula puluhan orang lainnya yang turut dikarantina. Mereka adalah tim penjemput ke Wuhan, China serta kru Batik Air. Dengan demikian, jumlah WNI yang dikarantina di Natuna sebanyak 285 orang.

Akibat Air Kotor

Kementerian Kesehatan juga membenarkan ada Warga Negara Indonesia (WNI) yang sempat sakit saat menjalani karantina di Natuna usai kepulangan dari Wuhan, China. Achmad memastikan WNI tersebut sakit bukan karena terjangkit virus corona.

Menurutnya, beberapa WNI yang sakit seperti diare dan gatal-gatal tersebut akibat konsumsi kebutuhan sehari-hari dari sumber air yang kurang bersih.

“Kemarin itu kita baru tahu, ternyata tandon air. Tandon air bawah tanah itu kan tidak pernah dipakai, begitu volume air yang dibutuhkan tinggi sekali, kita ngisep [air] banyak, ternyata airnya kotor,” terangnya kepada CNNIndonesia.com, Minggu (9/2).

Tak hanya para WNI, Achmad mengatakan beberapa petugas kesehatan juga turut terkena imbas sumber air yang tidak sehat tersebut.

Terlepas dari itu, memasuki sepekan masa observasi WNI, Achmad menyatakan kondisi WNI semakin sehat. Mereka pun tak lagi cemas karena kehadirannya telah diterima oleh warga Natuna, yang sebelumnya sempat mengadakan aksi protes atas kedatangan ratusan WNI dari Wuhan tersebut.

“Sehat, baik-baik saja, kan sejak datang mereka sehat, orang sehat yang kemudian kita jaga terus agar sehat, hari ini tadi saya dapat laporan di sana pagi itu masuk semi final futsal [Kegiatan WNI di Natuna]” papar Achmad.

Selain melakoni aktivitas sehari-hari dengan didukung penyegaran fisik di Lanud Raden Sadjad di Ranai, para WNI rutin melakukan pemeriksaan suhu tubuh serta aktif melaporkan kondisi kesehatan setiap hari.

“Pagi dan sore periksa suhu tubuh,” ujar Achmad.

Pemerintah telah menyediakan 16 posko kesehatan yang menangani ratusan WNI. Selain 238 orang, ada pula puluhan orang lainnya yang turut dikarantina. Mereka adalah tim penjemput ke Wuhan, China serta kru Batik Air. Dengan demikian, jumlah WNI yang dikarantina di Natuna sebanyak 285 orang.

Belum diketahui identitas para WNI yang dikarantina. Pemerintah daerah hanya diberikan jumlah penghuni karantina tanpa identitas lengkap dari pemerintah pusat. Sejauh ini, beberapa pemda membeberkan kepada publik warganya yang dikarantina. Di antaranya, Aceh 13, Sumatera Utara 4, Riau 6, Jawa Barat 13, Kalimantan Utara 9, Sulawesi Barat 1, dan Sulawesi Selatan 10. (mb/cnn indonesia)

Loading...

Related posts