Soal Perundungan, Ganjar Ungkap Kisah Pilu Siswi Korban Penyiksaan 3 Siswa SMP Purworejo

Metrobatam, Semarang – Aduan soal tiga siswa yang menendangi dan memukul siswi di dalam kelas di SMP Purworejo sudah diterima Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Ganjar mengaku turut memantau kasus tersebut dan punya sejumlah usulan untuk menangani kasus perundungan itu.

“Medsos saya, WA saya ramai mengirim soal itu,” kata Ganjar di kantornya, Jalan Pahlawan, Semarang, Kamis (14/2/2020).

Read More

Ganjar mengungkapkan akun media sosialnya kebanjiran usulan untuk menindak tiga siswa yang memukuli dan menendang siswi di SMP Purworejo. Salah satunya agar para siswa tersebut dididik TNI.

“Pak tolong jangan berdamai dengan bullying. Kasih mereka pendidikan tiga bulan bersama TNI. Bikin sejera-jeranya,” ucap akun @keiijurohyugaa yang dibacakan Ganjar.

Menurut Ganjar usulan itu menarik dan dia sempat membalasnya lewat Instagram. Ganjar mengatakan pelaku yang masih anak-anak memang perlu diberi hukuman khusus.

“Kan mereka masih anak-anak, jadi perlakuannya jangan seperti pidana lain. Mungkin hukumannya dimasukkan ke tempat khusus yang membuat dia disiplin dan mengerti. Itu ada yang usul seperti itu di medsos saya, dan menurut saya, idenya bagus,” ujarnya.

Usulan lain yang mengetuk hati Ganjar yaitu dari komunitas disabilitas yaitu agar para pelaku menjadi relawan di rumah disabilitas. Diharapkan para pelaku menjadi lebih peka terhadap lingkungan sekitarnya.

“Ada pengelola Rumah Disabilitas atau Rumah D di Semarang yang kontak saya. Beliau usul para pelaku menjadi relawan di rumah penyandang disabilitas agar mereka bisa mengerti dan muncul kepekaan. Saya saja sampai merinding mendengar usulan ini,” katanya.

Ganjar menyebut pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemda Purworejo maupun kepala SMP Muhammadiyah Butuh. Dia meminta orang tua murid bisa mendampingi korban untuk mengurangi rasa trauma siswi tersebut.

“Kita minta orang tuanya tidak usah kerja dulu, buruh orang tuanya. Kita bantu keuangannya, agar ada trauma healing ke si anak, ternyata anaknya berkebutuhan khusus. Kita akan rayu agar anaknya dapat sekolah yang sesuai,” ujar Ganjar.

Tak cuma itu, Ganjar juga sudah memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah ikut memantau kasus ini. Dari hasil komunikasinya dengan pihak sekolah dan dinas terkait, Ganjar menemukan sisi lain di balik perundungan tersebut.

“Ternyata sekolah itu siswanya kecil, sedikit, dan ada lah anak-anak yang barangkali punya karakter khusus, spesial, ada yang menyebut dia nakal, iseng dan macem-macem. Ini mesti kita evaluasi, dengan murid yang hanya sedikit jangan jangan kapasitas sekolah untuk sekolah pun tidak mampu,” urainya.

“Sekarang saya lagi minta regulasinya untuk ditata, dan kita ngomong sama seluruh pemangku kepentingan pendidikan, yang begini boleh tidak sih kalau dilikuidasi?” ucap Ganjar.

Sebelumnya diberitakan, tiga siswa SMP melakukan penganiayaan terhadap seorang siswi di dalam ruang kelas. Peristiwa itu diketahui terjadi di SMP Muhammadiyah Butuh Purworejo pada Rabu (12/2) kemarin.

Video kekerasan itu viral di media sosial hingga akhirnya polisi turun tangan. Ketiga tersangka TP (16), DF (15, dan UH (15) kini masih diamankan di Mapolres Purworejo. Ketiganya terancam hukuman 3,5 tahun bui.

“Ya kita kenakan UU Perlindungan Anak pasal 80 hukumannya 3 tahun 6 bulan atau denda Rp 72 juta,” ujar Kapolres Purworejo, AKBP Rizal Marito saat menggelar pers rilis di kantornya, Kamis (13/2). (mb/detik)

Related posts