Wabup Natuna: Banyak Warga Tinggalkan Pulau karena Takut

Metrobatam, Natuna – Wakil Bupati Natuna, Provinsi Kepulauan Riau Ngesti Yuni Suprapti mengakui banyak warganya meninggalkan Kota Ranai, ibu kota Kabupaten Natuna.

Dilansir dari Antara, banyak warga yang keluar Ranai hingga keluar pulau karena takut dengan karantina warga negara Indonesia (WNI) yang baru dipulangkan dari daerah wabah virus corona di Wuhan, China.

Bacaan Lainnya

“Akses untuk meninggalkan Kota Ranai itu ada sehingga cukup banyak warga menggunakan Kapal Bukit Raya menuju pulau-pulau lainnya,” kata Ngesti, Rabu (5/2) seperti dilansir Antara.

Kota Ranai adalah Ibu Kota Kabupaten Natuna. Di sana terdapat fasilitas TNI yang dijadikan tempat karantina bagi WNI yang baru dievakuasi dari Wuhan, China sejak Minggu (2/2).

“Surat itu sudah dicabut, namun warga sudah terlanjur berangkat membawa keluarganya,” katanya.

Selain itu, kata dia, warga meninggalkan Ranai juga disebabkan musim panen cengkih di sejumlah pulau. Para pemilik kebun cengkih membutuhkan tenaga kerja yang cukup banyak.

“Sekarang lagi panen cengkih. Jadi banyak warga yang bekerja di pulau-pulau selama musim panen,” katanya.

Ngesti menegaskan warga meninggalkan Natuna karena alasan-alasan itu sehingga bukan informasi hoaks. Kondisi itu, tegasnya, sesuai fakta yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Kondisi di Natuna sendiri, kata dia, mulai hari ini membaik. Situasi tidak lagi mencekam seperti beberapa hari sebelumnya.

Aktivitas perdagangan, dan pemerintahan berjalan lancar setelah pemerintah pusat berhasil meyakinkan warga bahwa WNI yang dikarantina di Natuna merupakan orang-orang yang sehat.

Sementara itu, Polda Kepulauan Riau mengirim tim untuk melakukan kegiatan basembang bercerite untuk menenangkan masyarakat, agar tidak cemas berlebihan menanggapi

“Komunikasi dan koordinasi yang baik diperlukan untuk menenangkan situasi sehingga terciptanya kamtibmas yang aman dan kondusif di Natuna, itulah yang melatari kegiatan basembang bercerite ini dengan menyapa dan berdialog dengan masyarakat,” kata Dansat Brimob Polda Kepri Kombes Pol Mohammad Hendra Salipu, Rabu.

Basembang bercerite merupakan istilah melayu untuk kongkow, bersilaturahim dan berbagi cerita bersama.

Satuan Brimob Polda Kepri menyambangi rumah warga dan tempat yang menjadi lokasi keramaian warga di sekitar Ranai.

Dalam basembang bercerite kamtibmas, Dansat Brimob Polda Kepri bersama Direktur Intelkam Polda Kepri turut membagikan masker kepada masyarakat, sebagai upaya menjaga kesehatan sesuai dengan anjuran pemerintah.

Kabid Humas Polda Kepri Komisaris Besar Harry Goldenhardt menyatakan seluruh personel Sat Brimob yang dikirim ke Natuna sudah dibekali pengetahuan mengenai virus corona (2019-nCoV). Aparat kepolisian akan bersama dengan tim di Natuna akan memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai informasi itu.

“Bagaimana mengenali gejala klinis. Pemahaman pengetahuan dasar bagaimana apabila menemukan,” kata dia.

Ia mengajak masyarakat harus percaya dengan langkah-langkah yang dilakukan pemerintah pusat. Kemenkes, BNPB, TNI dan seluruh tim sudah merencanakan dan menggunakan standar kesehatan WHI dan Indonesia. (mb/cnn indonesia)

Pos terkait