Tak Bantu Pemadam Kebakaran di Nagari Koto Tangah Tilatang Kamang, Ini Kata Kepala Damkar Bukittinggi

Martius Bayu Kepala Damkar Kota Bukittinggi dan Awak Media Metrobatam.com saat konfirmasi.

Metrobatam.com, Bukittinggi – Damkar Bukittinggigi tidak Bantu Kebakaran yang terjadi di Jorong Pincuran Kenagarian Koto Tangah, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat,  pada Sabtu (27/6/2020) dini hari.

Kebakaran menghanguskan dua unit rumah dan menelan kerugian lebih kurang 500 juta, yang menuai protes dari masyarakat nagari Koto Tangah, Kecamatan Tilatang Kamang karena ketidakhadiran unit Damkar  Bukittinggi.

Read More

Awak media Metrobatam.com minta konfirmasi kepada Martius Bayu, Kepala Damkar Kota Bukittinggi di kantornya pada hari Senin, (29/06/2020).

Kepala Damkar Kota Bukittinggi, Martius Bayu, menyampaikan maaf kepada masyarakat Tilatang Kamang Agam karena pada saat terjadinya kebakaran pada Sabtu dini hari di Jorong Pincuran, Nagari Koto Tangah, Tilatang Kamang tidak disengaja, karena semua diatur oleh Standar Operasional Prosedur (SOP).

“Di samping itu bukanya kita membeda bedakan musibah kebakaran antara daerah Agam dan Kota Bukittinggi, selama ini apabila terjadi kebakaran di luar kota Bukittinggi, Damkar Kota Bukittinggi selalu di barisan terdepan,  baik kebakaran di Baso, di Koto Baru dan lokasi lainnya, bahkan di Padang Panjang sekalipun,” ujarnya.

“Namun pada hari itu kita menunggu informasi dan koordinasi dari Damkar Agam yang berada di Sungai Tanang, karena musibah ini terjadi di daerah Agam tidak mungkin kita yang mendahului, seharusnya Damkar Agam yang memberikan Signal dulu ke Damkar Kota Bukittinggi,” Jelas Martius.

Baca Juga: Wali Nagari Kecewa dengan Damkar Bukittinggi Tak Bantu Pemadam Kebakaran di Jorong Pincuran Nagari Koto Tangah

Lanjut Martius, di dalam peraturan berdasarkan PP 114 tentang musibah kebakaran, salah satunya, unit-unit pemadam memiliki respon 15 menit menuju lokasi kebakaran.

Menurut Kepala Damkar Kota Bukittinggi, Martius Bayu, karena Kabupaten Agam mempunyai daerah yang luas terutama di Agam Timur ini, ada baiknya unit Damkar ditambah dibeberapa titik lokasi, bukan hanya di Sungai Tanang saja.

“Mudah-mudahan hal seperti ini untuk kemudian hari dan seterusnya tidak terjadi lagi atau saling menyalahkan, karena Bukittinggi dengan Kabupaten Agam adalah satu. Bukittinggi Koto Rang Agam yang harus dipahami, karena setiap musibah tentunya tidak ada orang yang menginginkan, dan apabila terjadi merupakan tangung jawab kita untuk membantu. apalagi menyangkut nyawa manusia serta harta benda,” tutup Murtius Bayo.

(V.Basa)

Related posts