oleh

Kepala BPBD Magelang, Edy Susanto: Logistik Aman Hingga 3 Hari ke Depan

-JATENG-442 views

Magelang (Metrobatam.com) – Warga sekitar Gunung Merapi yang mengungsi terus bertambah. Titik pos pengungsian yang semula ada 4 tempat, juga ada penambahan 3 tempat baru sehingga bertambah menjadi tujuh titik pos pengungsian.

Menyikapi peningkatan status merapi dari level Waspada ke level Siaga pada Kamis, 5 November 2020 pukul 12.00 WIB, maka BPBD Kabupaten Magelang Jawa Tengah segera melakukan koordinasi dengan desa-desa yang ada di wilayah KRB III Merapi serta dengan para pihak pemangku kepentingan.

Desa-desa di KRB III Merapi yang mengungsi meliputi Desa Paten yang meliputi Dusun Babadan 1 dan Babadan 2, Desa Banyurojo dan Desa Mertoyudan Kecamatan Mertoyudan. Kemudian Desa Ngargomulyo yang meliputi Dusun Batur Ngisor, Gemer, Ngandong dan karanganyar yang mengungsi di 4 titik Desa Tamanagung Kecamatan Muntilan. Selanjutnya Desa Krinjing yang terdiri dari Dusun Trono, Pugeran dan Trayem mengungsi ke Desa Deyangan Kecamatan Mertoyudan

Untuk jumlah pengungsi, kemarin ada 607 orang pengungsi, kemudian ada tambahan 28 orang yang berasal dari Desa Ngargomulyo dan Paten Kecamatan Dukun. Jadi totalnya ada 635 orang pengungsi. Sisanya masih dalam pantauan dan kita sudah siaga apabila sisanya nanti juga mengungsi.

Demikian yang disampaikan oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Edi Susanto, saat meninjau pos pengungsian Merapi di Balai Desa Deyangan, Mertoyudan Magelang, Sabtu (7/11/2020) siang ini. Dikutip dari laman resmi BPBD Kabupaten Magelang.

“Tambahan pengungsi sudah langsung di tempatkan di tempat pengungsian dan kepada para pengungsi tetap melaksanakan prokes dengan dilakukan rapid tes,” jelas Edi.

Sementara itu, terkait dengan logistik, Edi mengatakan bahwa pihaknya sudah sejak awal mengetahui jumlah penduduk dari beberapa desa yang akan mengungsi. Ada 9 dusun dari 3 desa dengan jumlah penduduknya sekitar 2.625 jiwa.

“Saya pastikan logistik akan tersedia sampai tiga hari ke depan”, tegas Edi.

Edi menyampaikan bahwa warga masyarakat juga turut berperan dengan memberikan bantuan kepada para warga lainnya yang mengungsi di pos-pos pengungsian. Seperti memberikan bantuan dalam bentuk gas, tikar, dan kebutuhan untuk pengungsi lainnya.

“Inilah nafas Indonesia. Masyarakat bergotong-royong bahu membahu memberikan bantuan kepada warga yang mengungsi. Bagi siapa saja yang akan memberikan bantuan, silahkan saja langsung ke pos-pos pengungsian yang ada,” pungkas Edi.

(Ad.Pur)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed