Keluhkan Sertifikat Tahfidz Tidak Berlaku Saat PPDB, Orang Tua Siswa di Bukittinggi Datangi Kacabdin

METROBATAM.COM. BUKITTINGGI – Sistem zonasi yang diterapkan dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2021 Bukitinggi, Sumatera Barat, dinilai merugikan orang tua siswa karena sekolah yang didapat tidak sesuai dengan yang diinginkan oleh anak. Seperti yang diungkapkan Rina, Warga Guguak Bulek, anaknya yang melanjutkan ke SMA Kota Bukittinggi belum mendapat kepastian.

Karena, Sertifikat Tahfiz yang dikeluarkan oleh salah satu SMP Islam untuk jalur prestasi tidak diakui pemerintah melalui Pergub pasal 16 ayat 1 dan 2, karena pada pasal tersebut dituliskan untuk penerimaan PPDB jalur Prestasi sertifikat diterbitkan 6 bulan sebelum PPDB, sementara pihak sekolah baru menerbitkan Sertifikat Tahfidz ini baru 3 Bulan belakangan.

Bacaan Lainnya

Saat menuntut keadilan di Kantor Dinas Cabang (KCD) Inkorba, Bukittinggi, Puluhan orang tua siswa ini merasa kecewa dan sedih, dengan adanya sistem yang merugikan anak-anak mereka untuk masuk Sekolah melalui jalur Prestasi ini.

Busra S.Pd, Kepala SMP Swasta Al Ishlah, membenarkan hal tersebut, “Kesalahan ini dari pihak sekolah, mengenai masalah ini akan kita tindak lanjuti bersama orang tua siswa,” terang Busra.

“Untuk sertifikat Tahfidz yang tidak diakui ketika mèndaftar penerimaan siswa baru dijalur prestasi di sekolah SMA SMA Bukittinggi, hal ini sudah di sampaikan ke pihak pihak terkait di lingkungan dinas pendidikan,” tutur Busra

“Beberapa orang tua siswa menilai untuk masuk ke sekolah lanjutan jalur prestasi ini berharap kepala Sekolah SMP Al Islah pro Aktif untuk menyelesaikan masalah ini, karena sangat merugikan anaknya yang masuk jalur Prestasi seperti Hafiz Quran dan FL2SN,” terang Rina.

“Berharap pemerintah bisa mengevaluasi kembali kalau memang calon siswa menenuhi syarat kenapa tidak langsung diterima,” imbuhnya.

Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) wilayah 1 Sumatera Barat Drs. Mardison, M.Pd

Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) wilayah 1 Sumatera Barat, Drs. Mardison, M.Pd saat dikonfirmasi di kantornya, mengatakan, membenarkan kalau untuk penerimaan siswa melalui jalur prestasi baik itu tahfidz dan FL2SN, dan lainnya, untuk sertifikat wajib 6 bulan setelah sertifikat tersebut diterbitkan oleh pihak sekolah,

“Hal ini sebelumnya kita sudah mengingatkan dan menyampaikan kepada pihak sekolah sekolah SMP di wilayah Bukittinggi, Agam dan Padang Panjang,” terang Mardison.

“Bagi orang tua siswa yang anaknya tidak bisa diterima melalui jalur prestasi ini bisa mendaftarkan melalui zonasi wilayah,” tutup Mardison. (Basa)

Pos terkait