Nevi Zuarina Sosialisasikan IEUM kepada Pelaku Usaha di Sumbar

METROBATAM.COM. BUKITTINGGI – Hj. Nevi Zuarina Anggota Komisi VI DPR RI, yang lebih di kenal dengan Ibu UMKM Sumatera Barat, mensosialisasikan program Integrasi Ekosistem Ultra Mikro (IEUM)  kepada pelaku usaha Sumatera Barat yang bertempat di Balai Sidang Bung Hatta, Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar). Selasa, (8/6/21).

Hal ini sebagai bentuk dukungan untuk memperkuat pembentukan ekosistem keuangan bagi jutaan pelaku usaha kecil di Indonesia, khususnya di Sumatera Barat.

Bacaan Lainnya

Hj. Nevi Zuairina sangat mendukung pembentukan ekosistem keuangan bagi jutaan pelaku usaha kecil di Sumatera Barat. “Program integrasi ekosistem ultra mikro ini untuk memperluas akses layanan keuangan bagi pelaku usaha kecil, termasuk para pedagang pasar atau tradisional,” ungkap Nevi Zuarina

Kegiatan sosialisasi program integrasi ekosistem ultra mikro ini diikuti 100 peserta mulai dari pelaku usaha mikro, UMKM dan pedagang kecil yang dibuka langsung oleh Hj.Nevi Zuarina.

Melalui Kerjasama Ekosistem Sektor Ultra Mikro dari 3 perusahaan BUMN, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia, PT Pegadaian (Persero), dan PT Permodalan Nasional Madani atau PNM,”

Hj. Nevi Zuarina mengatakan, semangat dalam integrasi ekosistem sektor ultra mikro adalah gotong royong dan tolong menolong. Pelaku usaha mikro akan merasakan manfaat positif dan berpeluang besar untuk mendapatkan pembiayaan berbunga rendah.

“Penurunan suku bunga pinjaman bisa terjadi karena sinergi BRI, PNM, dan Pegadaian akan menurunkan beban dana dari ketiga perusahaan tersebut. Selain itu, integrasi ketiga BUMN ini juga dapat menciptakan pilihan produk keuangan yang lebih bervariasi,” ujarnya.

“Dengan semakin banyak dan luas cakupan layanan kredit kepada masyarakat, bisa mencegah mereka dari jerat layanan pinjaman online illegal dengan bunga yang mencekik seperti Reintenir,” terangnya.

“Pelaku usaha ultra mikro dan UMKM merupakan sektor strategis yang menjadi Tulang Punggung dalam pemulihan Ekonomi Nasional dan mampu bertahan di antara sektor usaha lainnya,” ungkap Nevi.

Dia mengatakan, pengusaha ultra mikro di Indonesia saat ini ada 57 juta orang, namun baru 20 persen yang mendapatkan layanan dari institusi keuangan formal. Padahal 80 persen segmentasi ekosistem ultra mikro didominasi oleh petani, pedagang tradisional, pemilik toko, dan pekerja lepas.

“Karena itu harus diselamatkan dari tekanan dampak pandemi Covid-19 maupun dalam rangka menghadapi era disrupsi, dan diharapkan mereka dapat bangkit dan berkembang,” tutup Nevi. (Basa)

Pos terkait