Bripka Andika, Personel Brimob Polda Kepri yang Dikirim ke Misi Perdamaian di Afrika Tengah

Metrobatam.com, Batam – Brigadir Polisi Kepala (Bripka) Andika, personel Satuan Brigade Mobil (Satbrimob) Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) yang terlibat dalam misi United Nations Multidimensional Integrated Stabilization Mission in The Central African Republic (Minusca) atau misi pemeliharaan perdamaian yang merespons adanya konflik internal di Republik Afrika Tengah tepatnya di Kota Bangui.

Pria kelahiran Medan, 30 Desember 1986 ini kesehariannya bertugas di Unit Detasemen Gegana Satbrimob Polda Kepri. Bergabung di Brimob sejak tahun 2006 lalu, pria 35 tahun ini tergabung dalam formasi Pletoon Special Weapon and Tactics (SWAT) Satuan Tugas (Satgas) Garuda Bhayangkara Formed Police Unit atau Pasukan FPU 2 Minusca tahun 2020 hingga saat ini.

Ayah tiga orang anak ini sebelumnya juga pernah mengikuti misi Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) United Nations African Union Mission in Darfur (Unamid) pada tahun 2015.

Bripka Andika, Personel Brimob Polda Kepri yang Dikirim ke Misi Perdamaian di Afrika Tengah

Ketika dihubungi Metrobatam.com melalui aplikasi perpesanan WhatsApp, Bripka Andika merasa sangat bangga bisa mengikuti misi PBB untuk yang kedua kalinya.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, sebagai personel Kepolisian Republik Indonesia (Polri) sudah seharusnya berguna untuk Tanah Air Indonesia maupun dunia dengan saling berupaya untuk menciptakan kehidupan yang damai di masa kini dan masa depan.

“Kehormatan yang sebenarnya berasal dari kerja keras,” ujar pria yang pernah mengikuti tes Individual Police Officer (IPO) Misi PBB Monusco tahun 2017 itu, Rabu (18/8/2021).

Serangkaian pelatihan telah ia lewati. Sebagai salah satu penjaga perdamaian dunia, tentunya ia harus banyak mempelajari bahasa asing. selain fasih (lancar) berbahasa Inggris, Bripka Andika juga bisa berbahasa Francis untuk menunjang kegiatan Operasional (Opsnal) dalam misi PBB kali ini.

“Pada misi Minusca kali ini terbilang unik, karena selain menjaga perdamaian dan kemanusiaan, di Afrika Tengah juga bertepatan dengan Pemilihan Presiden Afrika Tengah awal tahun 2021. Dimana eskalasi kriminal dari pemberontak meningkat dengan tajam,” ujarnya.

Disana (Afrika Tengah), kata Bripka Andika, masyarakat Afrika Tengah menggunakan bahasa Sango atau bahasa suku Afrika dalam berkomunikasi. Mereka sangat berterima kasih dengan kehadiran pasukan perdamaian karena dapat merasakan keamanan dan kebebasan dalam melaksanakan aktivitas sehari-harinya.

Terpisah (di Batam), Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Kepri, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Mohamad Rendra Salipu, berpesan kepada anggota personel Satbrimob Polda Kepri yang melaksanakan tugas di Afrika dan Sudan untuk selalu semangat dalam menjalankan tugas-tugas secara profesional dengan penuh integritas sehingga mampu menjaga nama baik bangsa juga Kepolisian Republik Indonesia (Polri) khususnya di mata dunia Internasional.

“Tetap semangat sampai end of mission (akhir misi). Bekerjalah dengan penuh integritas dan pulang membawa kebanggaan,” kata Orang Nomor Satu di Korps Brimob Polda Kepri. (Ilh4m)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *