Ajang Promosi dan Kembangkan Industri Wellness Nusantara di IWTIF 2021

METROBATAM.COM. BATAM – Indonesia Wellness Tourism International Festival (IWTIF) 2021 resmi digelar selama bulan September secara virtual. Ini menjadi bagian dalam mengembangkan pariwisata Wellness yang belakangan menjadi tren di kalangan masyarakat. 

Wellness Tourism sendiri adalah wisata minat khusus bagi para wisatawan yang bertujuan untuk menjaga kesehatan, kebugaran tubuhnya. Konsepnya, dengan menyediakan fasilitas penunjang bagi wisatawan untuk melakukan aktivitas olahraga seperti yoga, bersepeda, jogging, hiking atau trekking.

Bacaan Lainnya

Ketua Panitia IWTIF 2021, Agnes Lorda Hutagalung menjelaskan, acara ini adalah yang pertama di Indonesia dalam rangka membangkitkan spa wellness and tourism, sekaligus meletakan jejak digital untuk Indonesia.

Sebenarnya tren wellness tourism di Indonesia sudah ada sejak tahun 2012, namun tetapi belum terkelola dengan baik.

“Event daring ini merupakan ajang promosi industri spa secara online dan mengenalkan kebudayaan bangsa. Setelah pandemi berhasil ditaklukan dan kita pulih mari kita tancap gas menuju pasar pariwisata dunia di tahun-tahun berikutnya,” kata Agnes dalam acara peluncuran IWTIF yang digelar secara virtual, Rabu (1/9).

Sementara itu, Menteri Parekraf, Sandiaga Uno menjelaskan, spawellness kedepannya akan menjadi salah satu alternatif liburan selain solo traveling, virtual tour, staycation, kuliner dan lainnya, yang selama pandemi ini sangat diminati. Sandi pun melihat, wellness tourism memiliki kontribusi menjanjikan, dimana terjadi kenaikan sebesar US$42 triliun menjadi US$4,5 triliun pada 2019.

Sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mendorong wellness tourism, Sandi mengaku telah melakukan beberapa langkah. Pertama, menerbitkan panduan protokol kesehatan berbasis Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability (CHSE).

Kedua, diferensiasi produk wisata wellness yang ada di Yogyakarta, Solo dan Bali, yang tertuang dalam pola perjalanan pengembangan wisata wellness tahun 2021 dan dikombinasikan dengan wisata budaya, kuliner, ekowisata dan lainnya.

“Adapun hasil identifikasi pengembangan wisata wellness pada tahun 2020 menyebutkan bahwa sasaran utamanya adalah female travelers, milenial, pensiunan, dan urban sosialita,” ujarnya.

Terakhir, Sandi menegaskan semua pihak harus terus bergerak bersama dalam mengembangkan wisata wellness di Indonesia. Sebab, wellness tourism ini berpotensi menciptakan keragaman, karena Indonesia memiliki rempah-rempah yang bisa digunakan untuk perawatan tubuh, kecantikan, pengobatan, dan terapi. (Validnews)

Pos terkait