Meraup Cuan dari Kerajinan Tangan Eceng Gondok, Isna Berbagi Ilmu dengan Ibu-ibu Baloi Kolam

Keterangan gambar: Isna (kiri), saat memberi materi cara menganyam eceng gondok kepada para peserta pelatihan, di Meeting Room Hindia 2 Golden Bay Hotel, lantai 6, Bengkong, Batam, Jumat (15/10/2021). Foto/Ilh4m/METROBATAM.COM

METROBATAM.COM – Pada umumnya masyarakat menganggap tumbuhan air eceng gondok merupakan tanaman tidak berguna atau menjadi gulma karena dapat merusak ekosistem perairan. Namun, di tangan Tisnawati (45), warga Bukit Ayu Lestari, penghuni Blok B1, Nomor 8, Sei Beduk, tanaman air tersebut bisa diolah menjadi berbagai aneka kerajinan dan menjadi produk bermanfaat serta bernilai ekonomi tinggi.

Ibu yang dikarunia dua orang anak ini memilih tanaman enceng gondok sebagai bahan dasar kerajinannya karena mudah dan melimpah didapatkan. Selain itu, pengolahannya lebih mudah dibanding bahan dasar kerajinan anyaman lainnya. Awalnya Isna, sapaannya, tidak sengaja membuat kerajinan tangan dari eceng gondok. Saat itu, ia hanya jalan-jalan sore ke Dam Duriangkang, Batam, dan melihat banyaknya tumbuhan air sehingga akhirnya timbul ide untuk memanfaatkannya.

Bacaan Lainnya

Isna awalnya merajut sepatu dari benang woll tahun 2013 silam. Tahun 2017, dengan bermodal Rp500 ribu, ia membuat kerajinan dari eceng gondok dan kala itu peminatnya banyak. Eceng gondok yang dikerjakannya itu tidak hanya dipasarkan di Batam saja. Tetapi sudah di ekspor keluar negeri, seperti ke Singapura dan bahkan hingga ke Los Angeles USA (United State of America).

Rintisan bisnisnya berawal di tahun 2013, kala itu Isna hanya merajut sepatu dari benang Woll dan di tahun 2017 dengan modal Rp 500 ribu. Ia kini fokus menekuni membuat kerajinan dari eceng gondok karena menurutnya lebih banyak peminatnya.

Seiring waktu, produk buatan tangan Isna mendapat respons positif di masyarakat. Akhir 2017, dia memulai membuka Usaha Mikro, Kecil dan Menegah (UMKM) KRIA Eceng Mangsang dengan memberdayakan serta melatih masyarakat sekitar khususnya ibu-ibu rumah tangga untuk menjadi perajin.

Sekarang, UMKM Binaan Wirausaha Binaan Bank Indonesia (Wubi) dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Batam ini memiliki sedikitnya 30 perajin dan menghasilkan berbagai produk yang berbahan dasar eceng gondok seperti meja, kursi, souvernir, fashion, karpet, sepatu, tas sandang, topi, bantal, cup lampu serta berbagai kerajinan tangan lainnya. Harga jual produk tersebut berkisar Rp25 ribu per satuannya hingga Rp2,7 juta per satu set.

Bahkan, saat ini telah dipasarkan di berbagai daerah seperti Medan, Jakarta, Bandung hingga Singapura dan Malaysia. Isna bisa memproduksi kerajinan tangan dari eceng gondok dalam sebulan mencapai 500 hingga 1000 buah.

Kali ini, Isna berbagi ilmu kepada ibu-ibu warga Baloi Kolam Rumah Warga (RW) 016, Kelurahan Sungai Panas, Kecamatan Batam Kota, Batam, melalui Pelatihan Kerajinan Tangan Eceng Gondok program Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang dilaksanakan oleh Yayasan Berkah Bersatu, di Meeting Room Hindia 2 Golden Bay Hotel, lantai 6, Bengkong, Batam, Jumat (15/10/2021).

Hal itu agar para ibu-ibu khususnya ibu rumah tangga lebih kreatif dan produktif dalam mengembangkan kemampuan bidang keterampilan tangan sehingga mampu menghasilkan produk yang bisa dipasarkan ke tingkat Internasional dan bernilai ekspor.

“Hari ini kami memberikan ilmu kepada ibu-ibu Baloi Kolam. Belajar mulai dari awal bagaimana cara menganyam eceng gondok,” kata Isna di lokasi pelatihan.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya memberikan dua tehnik dalam menganyam eceng gondok, yakni motif kacang-kacang dan kupu-kupu.

“Alhamdulillah, ibu-ibu yang mengikuti pelatihan pada hari ini semuanya cepat tanggap dan memahami dalam menerima materi yang kami berikan,” ujarnya.

Ia berharap dengan pelatihan kerajinan tangan yang dilaksanakan tersebut, ibu-ibu lebih serius mengikuti rangkaian kegiatan sehingga bisa meningkatkan kemampuan keterampilan dan bergabung ke dalam tim eceng gondok ke depannya.

Kegiatan itu diikuti sebanyak 32 peserta tenaga terampil yang di dominasi para ibu-ibu rumah tangga dengan mengangkat tema yakni Kreativitas Rumah Tangga, Bangkitkan Ekonomi Kepri, dan selama pelaksanaan kegiatan tetap memperhatikan protokol kesehatan Covid-19.

Pantauan di lokasi, acara itu diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya kemudian dilanjutkan penampilan tari persembahan Sekapur Sirih dari Sanggar Seni dan Budaya Tuah Serantau. Acara dibuka langsung oleh Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Riau (Kepri), Uba Ingan Sigalingging. Kegiatan itu dihadiri oleh Sekretaris Yayasan Berkah Bersatu, Muhammad Najmuddin. (Ilh4m)

Pos terkait