Kemarau, Pemko Tanjungpinang Terus Berikan Air Bersih Untuk Masyarakat Hingga Larut Malam

Metrobatam.com, Tanjungpinang — Musim kemarau yang masih berlangsung di Kota Tanjungpinang berdampak pada ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah. Kondisi kekeringan yang menyebabkan sumur warga mengering serta pasokan air PDAM yang belum mengalir optimal menjadikan distribusi air bersih sebagai salah satu prioritas Pemerintah Kota Tanjungpinang.

Sejak awal tahun 2026, Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Tanjungpinang secara berkelanjutan melaksanakan pendistribusian air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan di berbagai kelurahan. Upaya ini telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir sebagai bentuk respons cepat pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

Berdasarkan data BPBD Kota Tanjungpinang, sepanjang bulan Januari hingga Februari 2026, telah disalurkan sebanyak 611,9 ton air bersih melalui 114 kali pengiriman ke hampir 18 kelurahan di wilayah Kota Tanjungpinang. Pendistribusian tersebut terus berlanjut hingga bulan Maret 2026 seiring masih adanya permintaan dari masyarakat.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tanjungpinang, Muhammad Yamin, menyampaikan bahwa hingga bulan Maret 2026 BPBD masih aktif melaksanakan distribusi air bersih. Sepanjang bulan Maret ini, BPBD kembali menyalurkan tambahan suplai air bersih sebanyak 50 ton, dengan wilayah terbanyak berada di Kecamatan Tanjungpinang Timur yang menerima hampir 30 ton air bersih.

“Distribusi air bersih ini telah kami lakukan sejak awal tahun dan masih terus berjalan hingga saat ini. Selama musim kemarau belum berakhir dan masyarakat masih membutuhkan, BPBD akan terus melaksanakan pendistribusian air bersih,” ujar Yamin, Jumat (27/03/2026).

Bacaan Lainnya

Ia menjelaskan, mekanisme penyaluran air dilakukan secara bertahap berdasarkan laporan dari RT dan RW yang diteruskan ke kelurahan, kemudian diajukan ke BPBD untuk ditindaklanjuti. Sejumlah wilayah yang kerap mengalami kekurangan air antara lain wilayah Kampung Bugis, Senggarang, Batu Sembilan, Batu Delapan, Pinang Kencana, serta beberapa kawasan permukiman lainnya.

Dalam operasionalnya, BPBD Kota Tanjungpinang mengerahkan satu unit truk tangki berkapasitas 5 ton, kendaraan Hilux 2 ton, serta mobil L300 berkapasitas 1 ton yang dilengkapi tandon tambahan. Distribusi air bersih juga mendapat dukungan dari Dinas Sosial Kota Tanjungpinang serta BPBD Provinsi Kepulauan Riau dengan tambahan kapasitas hingga 15 ton air.
Sumber air diperoleh dari sumur milik BPBD, pasokan wilayah Tanjung Moco, serta dukungan PDAM Sungai Pulai melalui koordinasi lintas perangkat daerah.

“Kami berkomitmen untuk terus melayani kebutuhan air bersih masyarakat. Ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama musim kemarau,” tegas Yamin.

Pemerintah Kota Tanjungpinang mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara hemat dan bijak selama musim kemarau berlangsung. Masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih di lingkungan tempat tinggalnya diharapkan segera melapor melalui RT, RW, atau pihak kelurahan agar dapat segera ditindaklanjuti oleh BPBD.

Hal senada juga ditegaskan oleh Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah terus mengerahkan armadanya untuk membantu kelangkaan air bersih di Kota Tanjungpinang.

“Pemko sudah 3 bulan, dengan armada 5 unit dari pagi jam 7 sampai jam 1 malam,” sebutnya.

(Budi) 

Pos terkait