BUKITTINGGI, METROBATAM.COM – Kondisi rumah dinas Bupati Agam yang terlihat kusam dan memudar warnanya menjadi sorotan sejumlah pihak, Bangunan yang seharusnya menjadi salah satu simbol pemerintahan daerah itu tampak kurang terawat, dengan cat dinding yang sudah pudar dan terlihat buluk di beberapa bagian.
Sejumlah masyarakat menilai, jika perawatan rumah dinas saja tidak menjadi perhatian, maka hal tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai perhatian terhadap kebutuhan infrastruktur lain di daerah. Bahkan, masyarakat menyinggung bahwa anggaran untuk perbaikan jalan dan jembatan yang rusak di sejumlah wilayah juga masih menjadi harapan yang belum sepenuhnya terealisasi.
“Jangankan anggaran untuk perbaikan jalan dan jembatan rusak, perbaikan rumah dinas bupati yang sudah buluk dan pudar warnanya saja seolah tidak menjadi perhatian,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Menurut warga, rumah dinas kepala daerah seharusnya menjadi representasi dari wajah pemerintahan daerah. Kondisi bangunan yang terawat tidak hanya mencerminkan kepedulian terhadap aset daerah, tetapi juga memberikan kesan positif bagi masyarakat maupun tamu yang berkunjung.
Selain itu, masyarakat berharap pemerintah daerah dapat lebih memperhatikan kondisi infrastruktur yang ada, mulai dari fasilitas umum hingga aset milik pemerintah daerah. Perawatan rutin dinilai penting agar kerusakan tidak semakin parah dan membutuhkan biaya perbaikan yang lebih besar di kemudian hari.
Masyarakat berharap ke depan pemerintah daerah dapat lebih serius dalam memperhatikan berbagai kebutuhan pembangunan dan pemeliharaan fasilitas, baik yang berkaitan langsung dengan pelayanan publik maupun aset pemerintah yang menjadi bagian dari citra daerah.
(Basa)














