Viral Video Perundungan Siswa SMP di Tanjungpinang, Keluarga Korban Minta Polisi Bertindak

Ilustrasi perundungan (Image Source: Lintas Raya)

METROBATAM.COM, TANJUNGPINANG – Jagat media sosial di Kepulauan Riau kembali dihebohkan dengan beredarnya video aksi perundungan dan kekerasan terhadap seorang siswa sekolah menengah pertama (SMP) berinisial AD.

Meski identitas sejumlah pelaku telah beredar melalui rekaman video yang viral, keluarga korban mengaku hingga kini belum menerima perkembangan berarti terkait penanganan kasus tersebut dari pihak kepolisian.

Peristiwa tersebut bermula ketika AD dijemput oleh salah seorang temannya. Tanpa menaruh curiga, ia mengikuti ajakan tersebut hingga dibawa ke kawasan Batu 8, tepatnya di samping pusat perbelanjaan Tanjungpinang City Center (TCC), Kota Tanjungpinang.

Namun setibanya di lokasi, situasi berubah mencekam. Tanpa alasan yang jelas, kunci sepeda motor milik AD dirampas agar ia tidak dapat melarikan diri. Di tempat itulah korban diduga mengalami tindakan kekerasan fisik yang dilakukan oleh sejumlah remaja.

Bacaan Lainnya

“Saya tidak tahu apa-apa. Tiba-tiba dijemput teman lalu dibawa ke Batu 8 samping TCC. Sampai di sana kunci motor saya diambil dan saya langsung dipukul,” ungkap AD saat menceritakan kejadian yang dialaminya.

Aksi kekerasan tersebut bahkan sempat direkam oleh salah satu rekan pelaku menggunakan telepon genggam. Rekaman yang memperlihatkan korban dipukuli kemudian diunggah ke media sosial Instagram hingga viral dan menuai kecaman dari warganet.

Screenshot Video aksi perundungan dan kekerasan terhadap seorang siswa sekolah menengah pertama (SMP) di Tanjungpinang berinisial AD.

Menanggapi kejadian tersebut, ibu korban mengaku sangat terpukul setelah melihat video penganiayaan yang menimpa anaknya. Ia menyampaikan bahwa laporan telah dibuat ke penyidik Polresta Tanjungpinang tidak lama setelah peristiwa itu terjadi.

Namun hingga kini, ia menilai belum ada perkembangan berarti dari proses hukum yang berjalan.

“Saya sudah melapor ke Polresta Tanjungpinang, tapi sampai sekarang belum ada tanggapan. Saya berharap penegak hukum segera mengambil tindakan secepatnya,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa peristiwa perundungan tersebut tidak hanya menyebabkan luka fisik pada anaknya, tetapi juga meninggalkan trauma psikologis yang cukup mendalam.

Foto diduga pelaku. (sumber : yata)

Keluarga korban berharap aparat penegak hukum dapat segera mengusut tuntas kasus tersebut serta memberikan keadilan bagi korban. Kasus ini juga kembali memunculkan kekhawatiran masyarakat terkait maraknya aksi perundungan di kalangan pelajar yang kerap direkam dan disebarkan melalui media sosial. (yata)

Pos terkait