Marinir Gadungan Ditangkap, Ternyata Sering Minta Jatah

  • Whatsapp
Foto : Ahmad Fitriyanto, Marinir gadungan yang suka memeras
banner 468x60

Metrobatam.com, Batam – Ahmad Fitriyanto (33) alias Yanto, seorang Satpam (Security) yang bekerja disebuah perusahaan di Batam Centre, terpaksa berurusan dengan TNI, dan harus diamankan oleh anggota Marinir X Satria Bhumi Yudha (SBY) 10, saat kepergok menjalankan aksi pemerasan terhadap warga Pulau Setokok Kecamatan Galang.

Parahnya lagi, pria berpenampilan cepak serta berbadan tegap itu juga mengaku sebagai komandan marinir berpangkat Kapten yang berdinas di Batalyon Intai Amphibi Marinir 07 Belawan, Medan. Sehingga, sejak empat (4) bulan belakangan, Kapten Yanto gadungan tersebut, berhasil melakukan tindakan kriminal yang digagasnya itu, dengan bantuan Enji, mantan istrinya. Termasuk minta jatah narkoba jenis sabu ke kelompok mafia di Kampung Aceh, Simpang Dam, Mukakuning.

Bacaan Lainnya

Komandan Batalyon Infanteri Marinir 10 SBY, Letkol Inf Mar. Anjas Wicaksono Putro MT, Opsla mengatakan, modus tersangka dalam melakukan aksi kriminalnya itu, tergolong nekat. Pasalnya, Ahmad Fitriyanto ini mengaku sebagai seorang anggota marinir yang sedang bertugas di Batam, dengan berpangkat Kapten.

“Dalam menjalankan aksi kriminalnya, Ahmad Fitriyanto ini mengaku sebagai seorang anggota marinir yang berpangkat Kapten. Sehingga, Kapten gadungan ini leluasa menakut-nakuti warga dengan melakukan penggelapan terhadap kendaraan rental,” ungkap Letkol Anjas, Selasa (24/5), siang.

Diterangkan Letkol Anjas, untuk mengungkap aksi tersangka Ahmad Fitriyanto itu, pihaknya melakukan penjebakan dengan seorang korban tabrakan dengan tersangka, Sabtu (21/5) pagi, sekitar pukul 06.30 WIB di salah satu pasar.

“Kita melakukan sebuah pertemuan dengan tersangka disebuah pasar, untuk meminta pertanggungjawaban terhadap korban Suyatno, yang di tabrak oleh salah seorang komandan marinir yang berpangkat Kapten. Nah, ketika pertemuan itulah Kapten gadungan (Ahmad Fitriyanto) ini, kita tangkap. Kemudian kita amankan ke Makoyon Mar untuk dilakukan
pemeriksaan awal, sebelum diserahkan ke polisi,” terang Letkol Anjas.

Anjas menjelaskan, bahkan saat ditanyai tim intel, Ahmad Fitriyanto ini masih tetap mengaku sebagai seorang prajurit marinir yang berpangkat Kapten, berdinas di Batalyon Intai Amphibi Marinir 07 Belawan, Medan.

“Namun, ketika kita minta kartu identitasnya, ia tidak dapat memberikan identitas dengan alasan KTA-nya ketinggalan di rumah. Setelah ditanya lebih lanjut, akhirnya Ahmad Fitriyanto mengaku dia itu hanya seorang Satpam yang bekerja disebuah perusahaan di daerah Batam Centre,” papar Danyon Marinir ini.

Kemudian, tim intel marinir juga diperoleh keterangan bahwa Ahmad Fitriyanto ini sering meminta jatah ke tempat hiburan malam, dengan mengatasnamakan perwira marinir dan diperoleh pula keterangan ia telah dua kali melakukan penggelapan mobil rentalan.

“Berdasarkan hasil pemeriksaaan dari pihak Intel Yonif Mar 10 SBY, Ahmad Fitriyanto ini sering meminta jatah narkoba jenis sabu kepada pengedar sabu yang berada di Simpang Kabil dan di Kampung Aceh.
Keterangan ini dikuatkan pula dengan hasil test urine tersangka yang positif,” ungkapnya.

Saat ini, imbuh Danyonif Marinir, Ahmad Fitriyanto dititipkan di ruang tahanan Batalyon 10 SBY, sebelum diserahkan ke Polresta Barelang, guna pengembangan selanjutnya.

Terkait hasil pengungkapan itu, Anjas mengimbau kepada masyarakat Batam untuk tidak mudah ditipu serta dikelabui oleh seseorang itu yang mengaku-ngaku sebagai anggota TNI, Polri, maupun sebagai aparatur pemerintah lainnya.

“Jika ada seseorang yang mengaku anggota marinir, serta melakukan aksi kejahatan apapun itu bentuknya. Kami minta masyarakat itu untuk dapat segera melaporkannya ke Mako Marinir ini. Pasti, itu akan kami¬†tindaklanjuti sebagaimana ketentuan hukum di internal TNI AL Marinir, maupun tindakan hukum dari pihak penegak hukum lainnya,” tukasnya.¬†(iwan)

  • Whatsapp

Pos terkait