Diduga Ada Kongkalingkong di Proyek Gedung Politeknik Batam

Foto : Tower A Politeknik (Poltek) Negeri Batam yang baru dibangun tahun 2015

Metrobatam.com, Batam – Proyek pembangunan kampus terpadu dan gedung kuliah Tower A Politeknik (Poltek) Negeri Batam tahun 2015 diduga telah terjadi permainan dengan cara mengkondisikan pemenang lelang yang menabrak aturan yang ada dalam lelang proyek. Untuk itu, aparat hukum diminta mempelajari kembali mekanisme proses lelang proyek tersebut.

Berdasarkan informasi dan data yang diperoleh Metrobatam.com, proses pelelangan mulai dari jasa konsultasi perencanaan masterplan dan DED serta pembangunan fisik gedung Poltek Negeri Batam tersebut dinilai tidak melalui mekanisme kontrak.

Bacaan Lainnya

Diduga ada oknum-oknum di Politeknik Negeri Batam yang ikut bermain dan merekayasa proses lelang sehingga memenangkan salah satu kontraktor.

Pembangunan kampus terpadu Poltek Negeri Batam ini nilai sangat besar, dimana mulai dari pelelangan konsultasi perencanaan masterpland dan DED dari APBN senilai Rp8 miliar. Sedangkan untuk pembangunan kampus tersebut yang menghabiskan anggaran APBN sebesar Rp100 miliar lebih.

Seperti diketahui, pelelangan jasa konsultasi perencanaan masterpland dan DED serta pembangunan fisik gedung Poltek Negeri Batam dengan pagu Rp9 miliar dan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) Rp8,975,800.000 ini dimenangkan oleh PT Arkitek Team Empat alamat jalan Tanah Abang V nomor 13 Jakarta Pusat dengan harga negosiasi Rp7,965,025.000.

Kemudian, lelang pekerjaan konstruksi pembangunan gedung perkuliahan tower A Politeknik Negeri Batam tahun 2015 dimenangkan oleh PT Nindya Karya (Persero) Wilayah I, alamat Jalan Sisingamangaraja KM. 7 Medan dengan harga penawaran Rp85.969.000.000. Progress pembangunan gedung perkuliahan tower A saat ini sudah sekitar 85 persen.

Sementara itu, pihak Politeknik Batam ketika dikonfirmasikan seputar masalah ini belum bersedia memberi penjelasan. Rama Utari D, Humas Politeknik Negeri Batam ketika kepada Metrobatam.com mengaku tidak berwenang menjawab seputar masalah tersebut, namun dia mengarahkan kepada Bambang. “Kalau masalah itu langsung aja kepada pak Bambang,”ujarnya.

Menurut penjelasan Utari, dalam waktu singkat ini Politeknik Batam akan bisa mengunakan Tower A (gedung baru) yang berlantai 12 yang berkemungkinan akan digunakan untuk ruang belajar mahasiswa.

“Tower A (gedung baru) yang terdiri 12 lantai tersebut akan dibuat untuk mahasiswa baru , Tower A akan dibagi menjadi sekitar 45 lokal yang diperkirakan untuk satu lantai 4 lokal.” tutup Utari

Ketika berita ini diturunkan Metrobatam.com masih berusaha meminta jawaban dari Bambang dari Politeknik Batam.(mb/vlie)

Pos terkait