Pernah Kerja di Gelper, Ini Alasan Selvi Loncat dari Jembatan Barelang

Metrobatam.com, Batam – Aksi nekat Selvi Olivia, 26, yang melompat dari Jembatan I Barelang bersama Rida Rahmita, putrinya yang baru berusia 1,8 tahun, Jumat (24/6/2016) malam yang berujung maut, ternyata dipucu masalah rumah tangga. Ibu satu anak itu diduga merasa tertekan dengan kondisi ekonomi yang dialaminya.

Informasi yang didapat dari lokasi kejadian, sebelum terjun bersama anaknya, Selvi terlibat adu mulut dengan seorang pria yang diduga adalah Adi, 31, ayah dari anaknya.

Bacaan Lainnya

“Mulanya ibu itu bertengkar dengan seorang pria tapi posisi mereka sudah di luar pagar jembatan,” kata Abdul, pedagang di Jembatan I Barelang, Sabtu (25/6/2016).

Saat bertengkar beberapa tukang parkir di Jembatan I sempat melarang Olivia dan pria tadi agar tidak keluar dari pagar pembatas jembatan. “Ke lakinya kami tegur juga agar jangan bertengkar di atas jembatan,” jelas Abdul.

Namun tak berapa lama, warga yang ada di atas jembatan kaget mendengar ada yang berteriak ada seorang ibu yang terjun bersama anaknya. “Rupanya ibu yang bertengkar dengan suaminya tadi yang terjun. Tapi lakinya sudah tak ada di atas Jembatan,” tukas Harun, warga lainnya.

Aksi terjun Olivia bersama putrinya itu terjadi sekitar pukul 19.00 WIB. “Mau tarawih, tiba-tiba ada yang teriak minta tolong dari atas Jembatan. Katanya ada ibu anak yang jatuh,” kata Aweng, nelayan yang berdiam di bawah Jembatan I Barelang.

Warga dan nelayan yang ada di bawah Jembatan langsung menyisir perairan sekitar jembatan dengan pompong dan perahu. “Nggak terlalu jauh mereka hanyut. Saat ditemukan, ibunya masih hidup,” kata Aweng.

Sementara itu, Kapolsek Sagulung AKP Chrisman Panjaitan menuturkan, korban memilih mengakhiri hidupnya dengan cara melompat dari atas jembatan satu Barelang membawa anaknya karena masalah yang dihadapinya. “Ini murni masalah perekonomian, sehingga korban nekad bunuh diri dengan cara terjun dari jembatan 1 Barelang,” beber Chrisman pada Sabtu siang.

Lanjut Chrisman, semenjak satu bulan lalu, Selvi sudah tidak lagi tinggal bersama orang tuanya di Kampung Sei Tering. Sedangkan anaknya yang masih berumur 1 tahun 8 bulan itu di titipkan sama ibunya. “Menurut keteranganya ibunya, korban sangat tertutup.

Bahkan apa pekerjaan korban, ibunya juga tidak tahu,” ungkapnya. Sebelum mengganggur, Selvi pernah bekerja di sebuah gelanggang permainan ketangkasan yang ada di Nagoya. Sedangkan pekerjaan suaminya tidak menentu. Mirisnya, pasangan suami istri itu sangat jarang untuk membesuk putrinya yang diasuh oleh ibunya Selvi. (mb/jpnn)

Pos terkait