Ini Rangkaian Agenda Raja Salman Selama 9 Hari di Indonesia

Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud

Metrobatam, Jakarta – Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al-Saud dijadwalkan berkunjung ke Indonesia pada 1 hingga 9 Maret 2017. Rencananya, Raja Salman dan rombongannya akan singgah di Jakarta dan Bali. Informasi yang dihimpun, inilah jadwal Raja Salman selama di Indonesia :

Pada Rabu 1 Maret 2017 pukul 12.30 WIB, Raja Salman dan rombongan tiba di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, dan disambut oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Read More

Selanjutnya pukul 12.45 WIB, Raja Salman dijadwalkan langsung bertolak ke Istana Bogor, selama di sana dijamu Jokowi. Lalu pukul 16.50 WIB, selepas dari Istana Bogor, Raja Salman menuju Jakarta.

Setelah itu, pukul 17.20 WIB, rombongan Raja Salman tiba di Hotel Raffles, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Hari kedua di Jakarta, Kamis 2 Maret 2017, sekira pukul 13.00 sampai 13.30 WIB Raja Salman akan berkunjung ke Gedung DPR RI, Senayan, untuk melakukan napak tilas. Selama di DPR, Raja Salman akan berpidato di depan anggota DPR, DPD dan MPR RI.

Kemudian pukul 13.45 hingga 14.15 WIB, Raja Salman akan mengunjungi Masjid Istiqlal di Jakarta Pusat. Selanjutnya pada pukul 19.30 WIB, Raja Salman bertemu Wakil Presiden RI Jusuf Kalla di Hotel Raffles, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Hari ketiga di Jakarta, Jumat 3 Maret 2017, Raja Salman akan menjalani agenda pribadi. Setelah itu, perjalanan di Jakarta berakhir pada Sabtu 4 Maret 2017 pukul 12.00 WIB, yang mana selanjutnya ia dan rombongan bertolak ke Pulau Bali untuk berlibur.

Setibanya di Pulau Bali, Raja Salman bersama rombongannya berlibur selama lima hari (hingga 9 Maret 2017). Ketika berlibur, Raja Salman beserta rombongan menyewa empat hotel mewah di kawasan Nusa Dua.

Kemudian di hari ke empat, Kamis 9 Maret 2017, Raja Salman dan rombongan meningalkan Bali untuk melanjutkan lawatan ke Jepang.

TNI Apel Gelar Pasukan
TNI akan turut serta membantu pengamanan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud selama di Indonesia. Sebagai persiapan, TNI Selasa pagi melakukan apel gelar pasukan. Apel gelar pasukan digelar di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, sekitar pukul 09.00 WIB, Selasa (28/2). Upacara dipimpin oleh Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letjen TNI Edy Rahmayadi.

Gelar pasukan ini digelar dalam rangka operasi pengamanan VVIP untuk Raja Salman. Apel ini diikuti oleh pasukan komando di jajaran TNI, seperti Kostrad, Kopassus, Paskhas, dan Marinir.

Dalam apel tersebut, Edy mengatakan kepada prajurit TNI agar jangan ragu saat melaksanakan tugas. Sebab tugas TNI adalah mengelola serta menjaga Kebhinnekaan kesatuan Republik Indonesia.

“Untuk itu, kita semua bertugas tidak akan mentolerir kegiatan yang mengacau, dan mempermalukan kewibawaan pemerintah RI dengan provokasi maupun aksi yang mengganggu pelaksanaan kunjungan kenegaraan,” kata Edy saat memberikan pengarahan kepada prajurit.

Selain memberi arahan, Edy secara langsung juga mengecek kesiapan prajurit. Tak hanya itu, ia juga mengecek persiapan alat yang akan digunakan dalam tugas pengamanan VVIP tersebut.

Soal pengamanan kunjungan Raja Salman, jenderal bintang tiga ini menyebut yang terlihat cenderung hanya unsur pimpinan. Ada check point yang harus unsur pimpinan tempati.

“Yang pertama dalam rangka pengamanan Raja Salman, mulai dari besok tanggal 1 sampai tanggal 3 Maret ada di Jakarta, selanjutnya berada di Bali sampai tanggal 9 Maret, itu garis besarnya,” kata Edy usai apel gelar pasukan.

Ketum PSSI tersebut mengatakan ada 6.116 pasukan yang disiapkan untuk pengamanan Raja Salman. Pasukan ini menurut Edy akan terbagi dalam 3 ring yang berbeda.

“Kita siapkan itu untuk Raja Salman plus anaknya, pengamanan Raja Salman dari ring 1 sampai ring 3,” ujarnya.

“Rincian 6.116, itu diatur mulai dari ring satu, dua, tiga, pelaksanaannya di Halim, Bogor, DPR, Istiqlal, Bali, lalu kan masuk ke hotel, saya punya tugas di sini, itu sudah cukup, ada hal-hal yang lain itu kegiatan rutin pengamanan di Indonesia,” sambung Edy.

Menurut Edy, ring satu akan melekat pada objek yang akan diamankan, dalam hal ini adalah Raja Salman rombongan yang dibawanya. Kemudian ring dua untuk pengamanan antisipasi dari luar ke dalam, dan dari dalam keluar. Sedangkan ring tiga akan memproses dari luar ke dalam.

“Kalau ada yang mencurigakan, disaring sampai ke tingkat 2, harus pasti, ada tanda-tanda titik terkenal, ada tanda-tanda garis komando, termasuk wartawan, kalau teriak-teriak tetap tidak bisa masuk, pokoknya ada tugas masing-masing,” terang dia.(mb/detik)

Related posts