BNPT Dalami Kabar Tewasnya Pentolan ISIS Bahrumsyah

Metrobatam, Jakarta – Pentolan kelompok teroris ISIS, Bahrumsyah alias Abu Muhammad al-Indonesi yang berasal dari Indonesia, dikabarkan tewas pada Senin (13/2) kemarin. Bahrumsyah tewas dalam serangan bunuh diri untuk tentara Suriah yang gagal.

Berita tewasnya Bahrumsyah dikabarkan oleh media Strait Times yang menyadur informasi dari Al-Masdar News, Selasa (14/3). Disebutkan, Bahrumsyah meninggal setelah mobil sarat bahan peledak yang dia kemudikan menuju unit Angkatan Darat Arab-Suriah di Palmyra meledak sebelum waktunya.

Read More

ISIS mengkonfirmasi kematian Bahrumsyah pada Selasa (14/3). Tapi ISIS mengklaim dalam sebuah unggahan di media sosial bahwa serangan Bahrumsyah itu berhasil menyebabkan kerusakan pada musuh mereka.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Komjen Suhardi Alius sendiri mengaku sudah mendengar kabar soal tewasnya Bahrumsyah. Saat ini pihaknya tengah mendalami kebenaran kabar tersebut.

“Kita sudah dengar berita tersebut, tapi masih kita dalami kebenarannya melalui otoritas-otoritas terkait,” kata Suhardi kepada detikcom, Selasa (14/3) malam.

Nama Bahrumsyah menjadi terkenal pada tahun 2014 setelah muncul dalam sebuah video perekrutan yang menyerukan agar milisi asal Indonesia, Malaysia, dan sekitar Asia Tenggara bergabung dengan kelompok ISIS.

Amerika Serikat sendiri telah menempatkan Bahrumsyah sebagai teroris yang masuk dalam pantauan mereka, karena jaringan Bahrumsyah dengan ISIS. Rumor tewasnya Bahrumsyah pernah dikabarkan pada Januari lalu, yang menyebutkan Bahrumsyah tewas dalam sebuah pertempuran di Suriah.

Istri ketiga Bahrumsyah, Nia Kurniawati, termasuk di antara 17 orang asal Indonesia yang dideportasi dari Turki pada bulan Januari 2017 setelah mencoba untuk memasuki Suriah. Nia kini ditempatkan di sebuah panti sosial di Jakarta Timur.(mb/detik)

Related posts