Ini lah Fakta Kecurangan Dibalik Kemenangan Dramatis Barca 6 – 1 atas PSG

Zurich – Kemenangan Barcelona atas Paris Saint-Germain di Camp Nou dinilai berbau kontroversi. Presiden FIFA Gianni Infantino turut mengungkapkan pandangannya.

Barca memetik kemenangan dramatis 6-1 atas PSG di Camp Nou, Kamis (9/3) dinihari WIB, pada laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions. Hasil itu membawa Blaugrana lolos ke perempatfinal dengan agregat 6-5.

Read More

Kemenangan itu sendiri dinilai berbau kontroversial, karena sejumlah insiden. Salah satu yang disoroti adalah penalti yang diberikan atas pelanggaran Marquinhos terhadap Luis Suarez, karena sentuhan yang terjadi minimal.

Penalti Suarez itu berujung pada satu dari tiga gol yang diciptakan Barca di tujuh menit terakhir pertandingan. Selain itu ada pula pelanggaran terhadap Angel Di Maria oleh Javier Mascherano yang tak dihukum oleh wasit Deniz Aytekin.

“Apakah persoalan itu adalah sebuah ketidakadilan atau bukan, kita bisa menyerahkannya ke penilaian wasit. Apa yang kita lihat adalah sebuah laga sepakbola yang luar biasa, apapun hasil yang akan muncul di akhir laga,” ujar Infantino dikutip Soccerway.

“Ini menunjukkan bahwa sepakbola sungguh merupakan laga fantastis. Kapanpun Anda merasa bahwa Anda sudah menyaksikan semua hal, sesuatu yang lain yang tak pernah Anda saksikan sebelumnya muncul. Itu menakjubkan dan luar biasa,” imbuhnya.

Ke depannya, penggunaan rekaman video akan membantu melihat insiden dengan lebih saksama. Tapi Infantino juga menyebut perlu ada kehati-hatian terhadap penggunaannya, karena sepatutnya hanya digunakan pada keputusan yang benar-benar tampak keliru.

“Kami harus sangat berhati-hati di Dewan Asosiasi Sepakbola Internasional kalau kami ingin menyentuh aturan-aturan, karena sepakbola adalah sebuah laga yang luar biasa. Dalam hal ini, saya tak tahu apakah itu kesalahan jelas atau bukan,” sambungnya.

Kecaman untuk Suarez
Ada kontroversi dalam comeback sensasional Barcelona saat menyingkirkan Paris St Germain di Liga Champions. Penyerang Barca Luis Suarez mendapat sorotan tajam. Suarez andil dalam terjadinya gol kelima Barcelona, yang menjadi titik balik permainan. Penyerang Uruguay itu jatuh saat dikawal Marquinhos di kotak penalti sehingga wasit menunjuk titik putih.

Pelatih timnas Norwegia Lars Lagerback menjadi salah satu figur yang tidak terkesan dengan comeback Barcelona itu. Terutama perilaku Suarez. “Tidak masuk akal kalau segalanya ditentukan oleh sebuah aksi pura-pura jatuh,” sembur Lagersback yang dilansir Marca. “Saya merasa sedih dan kasihan untuk dunia sepakbola.”

“Saya sangat marah. Itu pertunjukan akting Suarez. Kenapa kita memiliki ofisial di samping gawang kalau mereka tidak bisa melihat hal-hal semacam itu?”

Mascherano Akui Langgar Di Maria
Paris St. Germain dirugikan saat dieliminasi Barcelona di babak 16 besar. Javier Mascherano mengaku melanggar Angel Di Maria, tapi PSG tidak dihadiahi penalti.

Barcelona mematahkan hati PSG lewat kemenangan 6-1 dalam laga leg II di Camp Nou, tadi malam. Dengan hasil tersebut, Los Cules lolos dengan keunggulan agregat 6-5, alias comeback dari ketinggalan 0-4 di leg I.

Barcelona juga menjadi tim pertama yang bisa bangkit dari kekalahan dengan defisit empat gol dalam di kompetisi tersebut. Tapi di dalam momen bersejarah itu, terselip beberapa kontroversi.

Di antaranya adalah dua ‘penalti lunak’ Barcelona, serta pelanggaran bek Barca Mascherano terhadap winger PSG Di Maria. Dalam kedudukan 3-1, Di Maria bergerak bebas ke kotak penalti yang diikuti Mascherano di belakangnya.

Saat Di Maria hendak menembak, Mascherano mengenai kaki kanan kompatriotnya itu sehingga terjatuh dan bola melenceng di samping gawang. Kiper Barca Marc-Andre ter Stegen buru-buru melakukan tendangan gawang dan wasit tidak meniup peluitnya atas pelanggaran itu.

“Aku menyentuh Di Maria,” aku Mascherano, yang dilansir AS. “Itu jelas sebuah pelanggaran. Aku tidak akan berbohong tentang hal tersebut.”

Atas kontroversi yang ada, pelatih PSG Unai Emery memang menyoroti performa wasit. “Kami sudah menunjukkan kepribadian kami berkali-kali. Tapi keputusan wasit dengan dua penalti untuk mereka dan tak setupun untuk kami sudah berujung dengan dampak,” kata dia.

PSG Diamuk Fans di Bandara
Setelah tersingkir secara dramatis dari Liga Champions, Paris Saint-Germain mendapatkan sambutan tak menyenangkan dari para suporter mereka. Para pemain PSG diamuk setibanya di bandara.

PSG menjadi korban comeback luar biasa Barcelona di babak 16 besar Liga Champions. Setelah menang 4-0 di Paris, Les Parisiens gantian dilibas Barca dengan skor 1-6 di Camp Nou, Rabu (8/3). Mereka pun tersisih karena kalah agregat 5-6.

Seusai pertandingan, para pemain PSG langsung meninggalkan Spanyol dan pulang ke Paris. Tapi, sesampainya di Bandara Bourget, Paris, mereka justru dikejutkan dengan kehadiran sejumlah suporter yang marah setelah klub kesayangan mereka kalah begitu telak.

Dalam situasi yang sangat panas, para pemain PSG dan keluarga mereka mendapatkan ancaman serta hinaan dari fans di bandara. Selain itu, mobil mereka juga dirusak.

PSG kemudian merilis pernyataan resmi melalui situs resminya dan mengutuk keras kejadian di bandara itu.

“Pada Rabu malam, setelah kembali dari Barcelona, para pemain Paris Saint-Germain diadang dan diancam oleh beberapa individu di Bandara Bourget meskipun klub dan aparat telah memperkuat pengamanan,” tulis PSG.

“Individu-individu ini menghina para pemain secara verbal sebelum merusak mobil-mobil mereka. Beberapa kendaraan rusak.

“Dalam suasana yang sangat panas dan agresif, semua kendaraan dikawal untuk memastikan keselamatan para pemain, keluarga mereka, dan anggota staf klub. Satu individu tertabrak mobil saat sedang mencoba memisahkan diri dari kerumunan yang secara fisik mengancam para pemain dan keluarga mereka.

“Polisi sedang melakukan investigasi untuk mengetahui secara persis apa yang terjadi. Klub, dan semua yang hadir, telah menginformasikan kepada para penyelidik akan kesiapan mereka untuk membantu investigasi hingga ke akar dari insiden yang disesalkan itu.

“Klub mengecam keras tindakan dan perilaku para individu yang bersangkutan.”(mb/detik)

Related posts