Liburan Akan Berakhir, Rombongan Raja Salman Borong Oleh-oleh Khas Bali

Metrobatam, Kuta – Liburan Sri Baginda Raja Arab Saudi Raja Salman bin Abdulaziz al Saud akan berakhir di Bali. Hal itu dimanfaatkan oleh sejumlah rombongan baginda raja untuk memborong sejumlah oleh-oleh di pulau dewata itu.

Pantauan Okezone di lokasi, Sabtu (11/3). Sejumlah rombongan Raja Salman terlihat memenuhi pusat perbelanjaan Discovery Shopping Mal, Kuta, Bali.

Read More

Corporate General Manager PT Bali Unicorn selaku pengelola Discovery Shoping Mall, I Wayan Puspa Negara mengatakan, rombongan Raja Salman terus berdatangan untuk shopping.

“Mereka terus berdatangan. Dari siang sampai malam,” ungkapnya di Kuta, Badung, Sabtu (11/3).

Dia menjelaskan, selain baju dan pakaian lainnya yang dibeli, mereka juga memborong oleh-oleh khas dari Bali.

Imbuhnya, rombongan Raja Salman ini ada yang membeli oleh-oleh seperti aroma terapi, pernak-pernik khas Bali dan barang-barang lainnya. “Rata-rata semuanya mereka borong. Tidak hanya baju yang bermerek, tapi ada cenderamata dari Bali juga dibeli oleh mereka,” katanya.

Seperti diketahui, Raja Arab Saudi ini ke Bali sejak Sabtu 4 Maret 2017, yang rencananya akan kembali pada 9 Maret 2017. Namun liburan Raja Arab Saudi ini diperpanjang sampai Minggu 12 Maret 2017.

Butuh 4 Hari untuk Normal Kembali
Sementara itu lima hotel di Nusa Dua, Badung telah dibooking oleh rombongan Kerajaan Arab Saudi kurang lebih selama delapan hari. Salah satunya Hotel ST Regis, yang menjadi tempat istirahat oleh Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz Al Saud.

Untuk menormalkan tingkat hunian hotel tersebut, pihak hotel membutuhkan kurang lebih empat hari. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (Bali) Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati atau akrab disapa Cok Ace di Denpasar, Sabtu (11/3).

Seperti diketahui bahwa Raja Arab Saudi berada di Bali hanya sampai tanggal 12 Maret 2017. “Untuk menormalkan hotel-hotel yang dibooking tersebut butuh waktu empat hari,” ungkapnya.

Pihaknya menegaskan, saat hotel ini dibooking secara menyeluruh, jelas ada biaya tambahan, sebab konsekuensi ketika rombongan ini keluar untuk menyesuaikan okupansi atau isian hotel kembali normal membutuhkan waktu empat hari.

“Begitu out kan tidak langsung hotelnya terisi. Untuk mengembalikan okupansi ratenya. Dari out hari hari kemudian baru kembali stabil lagi. Loss periode ini yang diperhitungkan. Begitu out kan tidak langsung terisi penuh lagi,” katanya.

Kunjungan rombongan sang Raja, sambungnya, tentu menjadi kesempatan bagi hotel untuk menaikkan harga. Pihaknya mengaku tidak mengetahui berapa kontrak Raja Arab Saudi dengan hotel ditinggalinya tersebut.

“Untuk biayanya pasti ada tambahan dari biasanya. Apalagi bila ada perubahan-perubahan seperti permintaan raja,” katanya.(mb/okezone)

Related posts